@phdthesis{digilib5702, month = {March}, title = {PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBAGIAN ZAKAT FITRAH SECARA MERATA DI MUSHOLLA AITURRAHMAN DUSUN BERGAN DESA WIJIREJO KECAMATAN PANDAK KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA}, school = {UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta}, author = { PUTRI RAHMATILLAH - NIM. 06380020}, year = {2011}, note = {Pembimbing: 1. Abdul Mughits, S.Ag. M.Ag 2. Drs. Ibnu Muhdir, M.Ag}, keywords = {Zakat fitrah, hadd al-kafayah mustahiqq zakat, perspektif hukum Islam dan sosiologi hukum Islam, Musholla Baiturrahman}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5702/}, abstract = { ABSTRAK Zakat fitrah yaitu zakat yang diwajibkan kepada individu yang beragama Islam yang berhubungan dengan berakhirnya bulan Ramadhan. Tujuan dari zakat fitrah di antaranya mensucikan jiwa dan mencukupi kebutuhan fakir dan miskin. Penentuan hadd al-kafayah mustahiqq zakat menjadikan tepatnya sasaran mustahiqq. Selain itu zakat fitrah memiliki dua dimensi yaitu ibadah dan sosial. Praktik pendistribusian zakat fitrah di Musholla Baiturrahman Dusun Bergan RT 05 terjadi secara merata kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan mustahiqqnya. Jelas ini merupakan masalah dalam hukum Islam. Tetapi pengurus kurang memperhatikan batas kecukupan (hadd al-kafayah) dalam pembagian zakat fitrah. Maka untuk itu akan dipaparkan bagaimana pelaksanaannya, beserta tinjauan menurut perspektif hukum Islam dan sosiologi hukum Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu data yang diperoleh dari penelusuran langsung dilapangan (masyarakat) terhadap penentuan mustah amp;\#803;iqq zakat fitrah di Musholla Baiturrahman Dusun Bergan RT 05 Desa Wijirejo Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul. Dalam mendapatkan data, penyusun melakukan observasi dan wawancara. Sedangkan pendekatan yang penyusun gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif dan sosiologis, yaitu menyelesaikan masalah mengacu kepada al-Qur'an dan Sunnah, pendapat-pendapat ulama serta ijtihad dan dengan melihat aspek sosiologis yang terjadi di dalam masyarakat terhadap pembagian zakat fitrah secara merata di Musholla Baiturrahman Dusun Bergan RT 05. Mustah amp;\#803;iqq yang berhak menerima zakat fitrah secara tegas dijelaskan dalam al-Qur'an surat at-Taubah ayat 60, di mana zakat diberikan kepada kelompok delapan. Selain dari itu, tidak berhak menjadi mustahhiqq. Kesepakatan seluruh ulama bahwa zakat fitrah haram dibagikan kepada orang kaya. Berbeda dengan teori sosiologi hukum Islam tingkat pengalaman hukum agama masyarakat mempengaruhi pendistribusia zakat fitrah yang terjadi dibagikan secara merata yang di dalamnya terdapat orang kaya. Berdasarkan metode yang digunakan, kemudian dianalisis secara deduktif, sehingga menghasilkan bahwa pembagian zakat fitrah secara merata di Musholla Baiturrahman Dusun Bergan RT 05 Desa Wijirejo Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul Yogyakarta tidak sesuai dengan ketentuan hukum Islam (surat At-Taubah ayat 60), karena tidak ada kejelasan untuk siapa zakat fitrah itu diberikan dan pengurus kurang memperhatikan batas kecukupan (h amp;\#61480;add al-kaf amp;\#257;yah) dalam pembagian zakat fitrah serta tidak adanya pengindentifikasian dengan h amp;\#61480;add alkaf amp;\#257;yah (batas kecukupan) terhadap penerima zakat fitrah. Secara sosiologi hukum Islam dengan teori di atas, pembagian zakat fitrah secara merata yang dilaksanakan di Musholla Baiturrahman Dusun Bergan RT 05 karena alasanalasan adanya kepentingan dan tujuan pengurus untuk memakmurkan Musholla Baiturrahman dengan secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas spiritualnya, menjaga keutuhan dan kebersamaan yang terjalin dalam masyarakat serta untuk mempermudah dan memperlancar proses pembagian zakat fitrah di Musholla Baiturrahman, sehingga terwujud masyarakat yang damai dan sejahtera. div } }