%A NIM.: 19103050002 Qori Annisa %O Pembimbing: Prof. Dr. H. Khoiruddin Nasution, M.A. %T PANDANGAN KH. SAHIRON SYAMSUDDIN DAN SANTRI TERHADAP HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI-ISTERI DALAM KITAB DAU‘ AL-MISBAH FI BAYANI AHKAM AL-NIKAH KARYA K.H HASYIM ASY‘ARI (STUDI DI KOMPLEK GEDUNG PUTIH YAYASAN ALI MAKSUM PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA) %X Kitab Dau‘ Al-Misbah Fi Bayani Ahkam Al-Nikah Karya KH. Hasyim Asy„ari adalah salah satu kitab yang dijadikan kajian di Komplek Gedung Putih Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta yang diampu oleh KH. Sahiron Syamsuddin. Namun pada penelitian sebelumnya dalam kitab ini ditemukan keterangan yang mengandung bias gender, terutama dalam keterangan-keterangan kitab yang menjelaskan mengenai hak dan kewajiban suami isteri dalam rumah tangga. Untuk itu, peneliti tertarik untuk meneliti pemahaman KH. Sahiron Syamsuddin, cara penyampaian beliau dalam kajian kitab Dau‘ Al-Misbah Fi Bayani Ahkam Al-Nikah Karya KH. Hasyim Asy„ari dan pemahaman santri Komplek Gedung Putih Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan kuesioner, bersifat deskriptif-analitis, serta menggunakan analisis data induktif, dan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif-empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, pandangan KH. Sahiron Syamsuddin terhadap hak dan kewajiban suami isteri dalam kitab Dau‘ Al-Misbah Fi Bayani Ahkam Al-Nikah, kitab ini mengandung unsur bias gender, maka kitab ini harus diampu oleh orang yang memiliki keilmuan yang mumpuni, terutama ilmu tafsir dan ilmu hadis, sehingga dapat menjelaskan maksud dari kitab ini secara kontekstual. Kedua, KH. Sahiron Syamsuddin melarang santri memahami keterangan dalam kitab tersebut untuk merendahkan isteri apalagi sampai memperbudak isteri karena itu bukan tujuan dari ajaran Rasulullah, dan meminta santri agar memahaminya secara kontekstual. Cara penyampaian KH.Sahiron Syamsuddin dalam menyampaikan kajian kitab Dau‘ Al-Misbah Fi Bayani Ahkam Al-Nikah yaitu dengan memberikan contoh-contoh konkret masa sekarang, misalnya pencari nafkah dalam rumah tangga tidak harus seorang suami, boleh jadi pencari nafkah dalam rumah tangga dilakukan oleh isteri, serta mengajak santri untuk tidak memahami kitab ini secara tekstualis. Ketiga, pandangan santri Komplek Gedung Putih Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta setelah mendapat kajian hak dan kewajiban suami isteri dalam kitab Dau‘ Al-Misbah Fi Bayani Ahkam Al-Nikah yaitu sesuai dengan apa yang telah dijelaskan KH. Sahiron Syamsuddin. %K hak dan kewajiban; relasi suami-isteri; rumah tangga %D 2023 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib58519