%0 Thesis %9 Skripsi %A Haura Salsabiela El Sabrina Nazar, NIM.: 19103050071 %B FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM %D 2023 %F digilib:59730 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Nafkah, Istri Pencari Nafkah, Maṣlaḥah, Fungsionalisme Struktural %P 176 %T TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERAN ISTRI SEBAGAI PENCARI NAFKAH UTAMA DALAM KELUARGA (STUDI TERHADAP PEKERJA PEREMPUAN PADA INDUSTRI EMPING DI DESA WIJIREJO, KECAMATAN PANDAK, KABUPATEN BANTUL) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/59730/ %X Terciptanya keharmonisan dalam rumah tangga tidak dapat terlepas dari adanya kesadaran pasangan suami istri dalam menunaikan hak dan kewajibannya masing- masing. Suami berperan sebagai pencari nafkah utama yang memiliki kewajiban untuk membiayai segala keperluan istri dan anaknya. Sementara kewajiban istri ialah berbakti lahir dan batin kepada suaminya dan mengatur segala keperluan rumah tangga dengan sebaik-baiknya. Meskipun pada umumnya kewajiban bekerja atau mencari nafkah dibebankan kepada suami, namun pada kenyataannya banyak sekali ditemukan istri yang bekerja bahkan beralih peran menjadi pencari nafkah utama dalam keluarganya. Fenomena seperti ini dapat ditemukan dalam kehidupan para istri yang berprofesi sebagai pekerja emping di Desa Wijirejo, Pandak, Bantul. Pokok permasalahan yang akan difokuskan dalam penelitian ini ialah terkait peran istri sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga yang akan di analisis dalam dua sudut pandang yakni hukum Islam dan teori fungsionalisme struktural. Adapun penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif analitik. Artinya penelitian ini akan mendeskripsikan dan menggambarkan tentang realita yang ada kemudian menganalisisnya dengan pendekatan normatif sosiologis. Adapun teori- teori yang digunakan dalam menganalisis fenonomena ini berupa konsep maṣlaḥah (normatif) dan teori fungsionalisme struktural (sosiologis). Sementara data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya: 1) Faktor yang melatarbelakangi istri sebagai pencari nafkah utama di Desa Wijirejo dikategorikan ke dalam 3 golongan yakni disebabkan karena rendahnya penghasilan suami, suami yang tidak bekerja dan suami yang meninggal dunia atau hilang. Dalam pandangan hukum Islam, seorang istri diperbolehkan untuk memberikan kontribusi finansial karena hal tersebut sesuai dengan prinsip Islam yang mengajarkan tentang kesetaraan dan kerjasama dalam kehidupan rumah tangga. Kebolehan tersebut tentunya dibarengi dengan adanya ketentuan yang harus dipenuhi sehingga terciptanya kemaslahatan baik bagi istri maupun keluarganya. 2) Praktik istri sebagai pencari nafkah utama sebagai pekerja emping di Desa Wijirejo menunjukkan adanya ketidaksesuaian fenomena yang terjadi dengan teori fungsionalisme struktural. Hal tersebut terjadi karena adanya peralihan peran dan fungsi yang terjadi antara suami dan istri dalam rumah tangga. %Z Pembimbing: Dra. Hj. Ermi Suhasti Syafe’i, M.SI