%0 Thesis %9 Skripsi %A Wendi Prasojo, NIM.:19102040034 %B FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI %D 2023 %F digilib:60219 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Haji, Standar Operasional Prosedur, Pembatalan %P 98 %T IMPLEMENTASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENANGANAN PEMBATALAN KEBERANGKATAN JEMAAH HAJI (STUDI KASUS DI KEMENTRIAN AGAMA KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2022) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/60219/ %X Ibadah haji merupakan perjalanan dengan mengunjungi ka’bah untuk melakukan ritual ibadah seperti thawaf, sa’i, wukuf di arafah dan sebagainya yang dilakukan oleh setiap muslim sekali seumur hidup bagi siapa saja yang mampu. Dalam hal ini penulis mengangkat topik implementasi standar operasional Prosedur penanganan pembatalan keberangkatan jemaah haji dikarenakan menurut penulis Problematika dalam pembatalan haji masih banyak masyarakat yang belum mengetahui syarat dan tata cara pembatalan haji. Maka dari itu penulis menuangkan hasil tulisan ini supaya dapat menjadi acuan masyarakat, dan peneliti selanjutnya dengan menggunakan penelitian yang berbeda. Penyelenggaraan penelitian ini bertujuan bagaimana SOP di dalam Kementerian Agama Yogyakarta dan memastikan SOP pembatalan haji sudah berjalan secara maksimal atau sudah memberikan pelayanan yang baik, Sesuai Undang-Undang yang berlaku. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber penelitian ini adalah Kepala Seksi Penyelenggara Haji, Bagian Pengelola Haji, dan Bagian Pengadministrasian Haji. Jenis penelitian ini berupa penelitian lapangan (Field research). Hasil dari penelitian ini yaitu pertama, tata cara melakukan pembatalan haji di Kementerian Agama Kota Yogyakarta karena perlu adanya pengetahuan tentang tata cara pembatalan haji supaya menjadi pedoman atau acuan masyarakat nantinya yang ingin membatalkan haji. Kedua, pembatalan haji pada masa Covid di tahun sebelum 2022 standar operasional prosedur pembatalan haji pada waktu itu tidak berjalan secara efektif dikarenakan para pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta bekerja melalui rumah atau Work From Home (WFH). jemaah haji yang membatalkan haji berjumlah 86 orang ada yang tertunda keberangkatanya dikarenakan adanya beberapa faktor yang membuat jemaah membatalkan haji dan ada juga yang meninggal dunia. %Z Pembimbing: Dr. H. Okrisal Eka Putra. Lc, M. Ag