%0 Thesis %9 Skripsi %A Muhammad Zidni Makarim, NIM.: 19102050064 %B FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI %D 2023 %F digilib:60283 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Strategi Instruktur, Bimbingan Keterampilan, Penyandang Disabilitas Netra %P 108 %T STRATEGI INSTRUKTUR DALAM BIMBINGAN KETERAMPILAN PENYANDANG DISABILITAS NETRA DI BALAI REHABILITASI TERPADU PENYANDANG DISABILITAS DIY %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/60283/ %X Salah satu tujuan manusia adalah agar dapat berfungsi sosial dengan baik, yaitu manusia mampu menjalankan fungsi dan perannya sesuai dengan status sosial dan tugas kehidupannya dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-sehari. Sebagai fitrahnya sebagai manusia, maka penyandang disabilitas dengan keterbatasan yang dialami baik keterbatasan fisik, mental atau sensorik diharapkan tetap dapat berfungsi sosial dengan baik. Adanya Balai RTPD merupakan wujud pemberdayaan kepada penyandang disabilitas untuk meningkatkan kepercayaan dirinya, memberikan keterampilan tertentu, sebagai bekal agar dapat berfungsi sosial dengan baik di tengah masyarakat. Strategi yang diterapkan instruktur selaku pengajar dalam bimbingan keterampilan dapat berpengaruh pada potensi penyandang disabilitas untuk mencapai keberfungsian sosial dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi instruktur dalam bimbingan keterampilan penyandang disabilitas netra di Balai RTPD serta hambatan dalam penerapan strategi instruktur dalam bimbingan keterampilan pembuatan keset dan sapu. Tinjauan teori yang digunakan adalah Strategi pembelajaran bagi penyandang disabilitas netra oleh Amka. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua strategi yang diterapkan oleh instruktur dalam bimbingan keterampilan penyandang disabilitas netra di Balai RTPD adalah strategi individualisasi yaitu strategi yang disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi penyandang disabilitas netra yang berbeda, adapun dalam penerapannya mengalami hambatan berupa latar belakang insruktur yang belum memiliki pengalaman berinteraksi dengan penyandang disabilitas ataupun pendalaman ilmu kesejahteraan sosial. kemudian strategi kooperatif yaitu instruktur menerapkan konsep tolong menolong dan mengarahkan penyandang disabilitas netra untuk saling bekerja sama dalam bimbingan keterampilan, adapun hambatan dalam penerapannya yaitu terbatasnya jumlah instruktur dalam kelas bimbingan keterampilan. %Z Pembimbing: Dr. H. Zainudin, M.Ag.