%0 Thesis %9 Skripsi %A Minakhu Saniyah, NIM.: 00470114 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2004 %F digilib:60369 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Kepemimpinan, Pondodk Pesantren, Manajemen Pendidikan Islam %P 100 %T PONDOK PESANTREN DARUSSALAM KRICAAN MESIR SALAM MAGELANG (TINJAUAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/60369/ %X Setelah ditetapkannya VU No.22 tahun 1999 tentang pemerintahan Daerah yang pada hakikatnya memberikan kewenangan dan keluasaan kepada daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.Kewenangan dan keleluasaan tersebut diberikan kepada daerah kabupaten dan kota berdasarkan asas desentralisasi dalam wujud otonomi luas, nyata, dan bertanggungjawab. 17 Ketika lembaga-lembaga pendidikan mulai mengarahkan dirinya kepada kebebasan pengelolaan sumber daya yang dimiliki secara efektif khususnya sekolah-sekolah negeri, Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan otonomi sejak ia didirikan, ia berhak memanajemen sumber daya yang ia miliki semaksimal mungkin.Namun pengertian otonomi pesantren akan tersentralisasi pada kepemimpinan sang kyai. Metode Penelitian Subjek. Hasil Penelitian Kepemimpinan pondok pesantren Darussalam Kricaan Mesir Salam Magelang jika dilihat berdasarkan perspektif kepemimpinan bersifat kharismatik, demokratis, dan Laisser Faire. Kedudukan pimpinan sangat kuat dan mantap, karena sejak awal berdiri pesantren didirikan dikelola sendiri dan diajarkan sendiri dalam berbagai aspeknya, maka tidak heran jika melahirkan karakteristik kepemmpinan seperti di atas. Hal ini juga disebabkan tata nilai yang berlaku di pesantren bahwa seorang murid hams menghormati guru, dan ia tidak akan menjadi pintar tanpa guru. Seorang santri tidak boleh meletakkan jabatannya sebagai santri seumur hidup. Hubungan kerja di pesantren dilandasi tiga kata kunci yakni : ikhas, berkah dan ibadah. %Z Pembimbing: Drs.H.M.Rofangi, M.Si.