%0 Thesis %9 Skripsi %A Taryani Sugi, NIM.: 02410999 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2007 %F digilib:60490 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Kepribadian, Waria, Pola Asuh %P 124 %T PERAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN W ARIA (STUDI KASUS WARIA DI PONCOSARI, SRANDAKAN, BANTUL) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/60490/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan bagaimana tanggapan orang tua terhadap perilaku anaknya yang menjadi waria di desa Poncosari, Srandakan, Bantul, dan bagaimana pola asuh orang tua berperan dalam pembentukan kepribadian waria di desa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan psikologi-antrophologis. Mengambil latar desa Poncosari, Kee. Srandakan, Kab. Bantul. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan, wawancara mendalam dan Dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis data deskriptif-kualitatif Hasil penelitian menunjukkan: (1) orang tua para waria di desa Poncosari pada umumnya menganggap kepribadian waria sebagai suatu kelainan atau penyimpangan yang menjadi aib bagi keluarga. Karena itulah para orang tua masih terns berusaha untuk mengembalikan kepribadian anak-anak mereka kedalam kondisi nonnal dengan cara-cara yang lebih humanis sehingga tidak terlalu dirasakan sebagai suatu tekanan oleh anak-anak mereka. (2) dalam proses pembentukan kepribadian para waria di desa tersebut orang tua turut berperan melalui penggunaan pola asuh pennisif atau pemanja yang senantiasa membiarkan anak-anak mereka tumbuh dan berkembang dengan sendirinya tanpa adanya penyesuaian dengan peran gender anak-anaknya. Para orang tua membiarkan anak-anak mereka memilih sendiri Iingkungan sosialnya beserta atribut keislamannya tanpa adanya penyesuaian dengan peran sosial mereka sebagai muslim Iaki-laki pada umumnya. Orang tua mereka memberi kebebasan penuh kepada mereka untuk memilih dan mengatur perilakunya. Karena sejak kecil peran yang seringkali menjadi objek imitatifnya adalah peran perempuan seperti ibu atau saudara-saudara perempuannya, maka selama proses tumbuh kembang selanjutnya mereka senantiasa memilih dan memposisikan diri sebagai perempuan. %Z Pembimbing: Drs. Mujahid, M.Ag.