@phdthesis{digilib60747, title = {PEMIKIRAN MURTADHA MUTHAHHARI TENTANG KECERDASAN EMOSI DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM. 9841 3835 Ismar'atis Sholihah}, year = {2004}, note = {Pembimbing : Drs. Sutrisno, M. Ag.}, keywords = {Pemikiran Murtadha Muthahhari, kecerdasan emosi dalam pendidikan agama Islam}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/60747/}, abstract = {Menurut Murtadha Muthahhari objek sejati pendidikan agama Islam adalah mandidik seseorang agar mampu memngendalikan diri dan menjadi tuan bagi dirinya sendiri, dan bisa melepaskan diri dari pengaruh dorongan naluriah, dengan cara mencari dukungan akal dan kehendak dan sekaligus menyingkirkan pengaruh luar sehingga diapun merdeka dan menjadi pulau merdeka ditengah samudra dunia ini. Daya akal dan kehendak merupakan daya batiniyah dan manifestasi personalitas sejati manusia yang membedakan antara manusia dengan makhluk yang lain, meskipun sama-sama dididik, namun manusia tidak cukup hanya bersandar kepada pendidik dari luar dirinya namun pada hakikatnya adalah manusia itu merupakan pendidik bagi dirinya sendiri. Konsep kecerdasan emosi menurut Murtadha Muthahhari biasa disebut dengan istilah kesadaran diri yang prosesnya adalah dengan mengenal Tuhannya, sehingga ketika manusia berbuat sesuatu dia menyadari betul bahwa dirinya bukanlah sekedar kumpulan imaji namun ada realitas yang menjaga dan memeliharanya dan dia menyadari bahwa dirinya tidak akan berakhir dengan berakhirnya organisme dalam tubuhnya. Urgensi pemikfran Murtadha Muthahhaii tentang kecerdasan emos1 antara lain bahwa dalam pendidikan Islam hendaknya mampu mengajak para siswa kc arah alarn pikiran yang bemuansa kemuliaan diri, sebab fokus akhlak islaini ya11g sejati adalah kemuliaan dan keagungan din dan dalam kemuhaan diri banyak sekali menekankan pada manusia untuk menghidupkan akhlak insani dan mendorongnya agar berlaku etis. Dengan demikian maka proses yang ter:jadi dalarn pendidikan agama Islam akan mencapai kernatangan dan keunggulan, selain itu potensi se1ia karakter dasar daii pelaku yang terlibat dalam proses pendidikan agama Islam akan tergali.} }