%0 Thesis %9 Skripsi %A Ummi Nuriyatun Nisa', NIM.: 03380393 %B FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM %D 2007 %F digilib:61069 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Bai' al-Murabahah, Jual Beli, Bank Islam %T BAI' AL-MURABAHAH DI BMT BINA IBSANUL FIKRI CABANG NITIKAN YOGYAKARTA DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/61069/ %X Bai' al-murabahah merupakan transaksi jual beli barang pada harga asal dengan tambahan yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Saat ini, Bai' al-murabahah dilakukan dalam sebuah Lembaga Keuangan Syari' ah (LKS) seperti BMT. BMT bertindak sebagai penjual, sedangkan nasabah sebagai pembeli. Barga jual merupakan harga dari pemasok ditambah keuntungan (mark-up). Harga dari pemasok tersebut diketahui oleh nasabah dan harga jual yang sudah ditambahkan dengan keuntungan tersebut disepakati bersama. Harga jual yang telah dicanturnkan dalam akad Bai' al-murabahah yang telah disepakati bersama, tidak dapat berubah selama berlakunya akad. Bai' al-murabahah bisa berupa benda seperti motor, mobil, rumah atau yang lainnya, bukan berupa uang. Sedangkan dalam prakteknya, Bai' al-murabahah di BMT 'BIF' Nitikan terdapat suatu permasalahan, yakni pihak BMT hanya meminjamkan uang saja tidak menyediakan barangnya, sedangkan nasabah membeli barangnya sendiri dan biasanya barang tersebut berupa barang 'kulakan' yang nantinya akan dijual lagi di pasar dengan keuntungan yang belum jelas. Tapi dengan jalan Bai' al-murabahah, cicilan beserta tambahan keuntungan yang akan dibayarkan oleh nasabah sudah jelas seperti yang dicanturnkan dalam akad. Penelitian ini merupakan field research yang menggunakan metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif, yaitu mengkaji hukum Islam sebagai sebuah norma, baik nas, hadiis maupun ijtihad ulama. Dalam pengambilan data di lapangan, penyusun menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan teknik analisis deduktif, yaitu menganalisa data dari norma-norma hukum Islam untuk menilai pelaksanaan pembiayaan murabahah, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Bai' al-murabahah, BMT BIF cabang Nitikan tidak menyediakan barang atau membelikannya jika ada pesanan. Akan tetapi pembelian barang langsung diwakilkan kepada pihak nasabah itu sendiri (akad wakalah) untuk memilih dan membelinya sesuai kesepakatan dalam perjanjian serta saling rela. Praktek Bai' al-murabahah tersebut masih belum sesuai dengan kerangka syar'i. Karena pada waktu akad Bai' al-murabahah, barang tidak ada di tern pat sehingga tidak memenuhi rukun jual beli. Kemudian mengenai sigah, dalam praktek Bai' al-murabahah di BMT BIF cabang Nitikan sudah memenuhi rukun sigah, yaitu berada dalam satu tempat, adanya kerelaan dan kesepakatan dalam ijab qabul serta adanya lafal atau ungkapan yang dapat dimengerti kedua belah pihak. Namun, barang belum ada pada saat akad, sehingga belum memenuhi rukun jual beli. %Z Pembimbing: Drs. H. Fuad Zein, MA