%0 Thesis %9 Skripsi %A Dinda Duha Chairunnisa’, NIM.: 19105030009 %B FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM %D 2023 %F digilib:61952 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Aurat, QS. al-Ahzab [33]: 59, Qira’ah Mubadalah %P 123 %T PEMBACAAN QIRA’AH MUBADALAH ATAS QS. AL-AHZAB [33]: 59 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP AURAT LAKILAKI %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/61952/ %X Penelitian ini berangkat dari munculnya ketimpangan dalam memahami batasan aurat laki-laki dan perempuan. Seringkali persoalan mengenai aurat selalu diukur hanya melalui sudut pandang laki-laki tanpa menimbang sudut pandang dari perempuan. Seolah aurat dan perempuan adalah satu kesatuan yang tidak pernah bisa lepas satu sama lain. Salah satu dasar persoalan aurat adalah QS. al-Ah{zab [33]: 59 yang di dalamnya terdapat konsep penutup aurat bagi perempuan yaitu jilbab. Selama ini QS. al-Ah{zab [33]: 59 hanya berbicara mengenai perempuan tanpa mengaitkannya dengan laki-laki. Dalam prinsip dasar mubadalah, bahwa Islam adalah agama universal, yang hukumnya berlaku bagi laki-laki dan perempuan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut mengenai pemaknaan QS. al-Ah{zab [33]: 59 dengan pembacaan qira’ah mubadalah, sekaligus etika berbusana yang sesuai dengan konteks masa kini. Sehingga melalui penafsiran lebih lanjut terhadap QS. al-Ah{zab [33]: 59 diharapkan mampu menghasilkan nilai universal yang menjadi jawaban dari persoalan mengenai ketentuan menutup aurat yang masih mengalami ketimpangan hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research atau studi kepustakaan. Sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptis-analisis. Untuk menganalisis QS. al-Ah{zab [33]: 59 digunakan pendekatan qira’ah mubadalah. Pada kajiannya, penulis menerapkan tiga langkah pembacaan qira’ah mubadalah. Langkah pertama, menghimpun teks-teks yang setema terkait QS. al-Ah{zab [33]: 59 baik yang tercantum di dalam Al-Qur’an maupun hadis untuk mendapatkan teks-teks yang menjadi pondasi QS. al-Ah{zab [33]: 59. Langkah kedua, mencari gagasan utama yang ada dalam QS. al-Ah{zab [33]: 59 agar selaras dengan prinsip-prinsip Islam yang universal dan berlaku bagi laki-laki maupun perempuan. Langkah ketiga, menurunkan gagasan utama yang lahir dari QS. al-Ah{zab [33]: 59 kepada subjek yang tidak disebutkan dalam teks. Hasil dari penelitian ini menjawab dari tiga fokus kajian di atas. Pertama, penelitian ini menunjukkan bahwa teks-teks pondasi dari QS. al-Ah{zab [33]: 59 yang meliputi tiga jenis teks yaitu; teks al-Mabadi’ yang merupakan kelompok teks yang mengandung ajaran nilai fundamental adalah QS. al-A’raf [7]: 26. Kemudian, teks al-Qawa’id yang merupakan kelompok teks tematikal yang mengandung ajaran nilai fundamental adalah QS. an-Nur [24]: 30-31. Selanjutnya, teks al- Juz’iyyat yang merupakan kelompok teks yang bersifat implementatif dan operasional, yang dalam hal ini adalah teks yang menjadi objek kajian penulis adalah QS. al-Ahzab [33]: 59. Kedua, sesuai dengan prinsip yang ditemukan pada langkah pertama, maka gagasan utama yang bisa digali dari QS. al-Ahzab [33]: 59 adalah terkait perintah menjaga keamanan diri agar terhindar dari fitnah. Ketiga, menurunkan gagasan utama dari teks terhadap batasan aurat laki-laki, bahwasanya laki-lakipun juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keamanan diri agar terhindar dari fitnah. %Z Pembimbing: Nafisatul Mu’awannah, M.A.