@phdthesis{digilib62323, month = {June}, title = {KISAH ASHAB AL-KAHFI DALAM AL-QUR?AN PERSPEKTIF MUHAMMAD MUTAWALLI ALSYA?RA WI DALAM KITAB TAFSIR AL-SYA?RAWI}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 07530001 Mumtaz Ibnu Yasa?}, year = {2011}, note = {Pembimbing: Prof. Dr. H. Fauzan Na?if, M.A}, keywords = {Mutawalli al-Sya?rawi, Tafsir al-Sya?rawi, Ashab al-Kahfi}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/62323/}, abstract = {Skripsi ini memabahas tentang kisah ashab al-kahfi dalam al-Qur?an perspektif Mutawalli al-Sya?rawi dalam kitab Tafsir al-Sya?rawi. Permasalahan utama yang hendak dijawab adalah; pertama, bagaimana penafsiran al-Sya?rawi tentang kisah ashab al-kahfi? Dan kedua, apa keunikan penafsiran al-Sya?rawi ini? Alasan peneliti memilih kisah ashab al-kahfi perspektif al-Sya?rawi sebagai objek penelitian disebabkan dua hal; pertama, karena kajian tentang kisah ashab al-kahfi tidak terlepas dari keberadaannya yang masih menyimpan ribuan tanda tanya. Misteri-misteri yang terkandung di dalamnya selalu mengundang rasa ingin tahu bagi orang yang merenungkannya. Kedua, bahwa al-Sya?rawi adalah salah seorang mufassir yang memiliki perhatian yang cukup besar perihal kemukjizatan al-Qur?an, terutama tentang kisah-kisah di dalam al-Qur?an. Sehingga akan menarik kemudian bila kisah ashab al-kahfi dilihat dalam kacamata seorang yang mempunyai kensentrasi di dalamnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan historis dengan metode deskriptif-analitik. Model ini mencoba menggambarkan pemikiran seseorang dengan segala aspek yang melatarinya. Adapun cara untuk menerapkan metode ini melalui beberapa tahap yang berupa; pengumpulan dan klasifikasi data, kemudian mengolah dan menganalisis data tersebut. Dalam pada itu, hasil penelitian ini adalah; pertama, dalam pandangan al- Sya?rawi kisah di dalam al-Qur?an harus dipahami sebagai realitas sejarah. Demikian pula halnya dengan kisah ashab al-kahfi yang merupakan salah satu kisah yang mewarnai al-Qur?an. Kisah ini mengandung mukjizat-mukjizat yang irrasioal (tidak masuk akal), terutama ketika didengar oleh masyarakat Arab ketika al-Qur?an diturunkan. Namun al-Sya?rawi memiliki perspektif bahwa al- Qur?an adalah kitab suci yang rasional, terutama di masa perkembangan ilmu pengetahuan ini (baca: modern). Kaitannya dengan kisah ashab al-kahfi, ia banyak memberikan pandangan-pandangan berupa renungan yang dapat diterima oleh akal sehat. Kedua, bahwa al-Sya?rawi tidak menolak adanya dialektika al-Qur?an dengan ilmu-ilmu pengetahuan modern. Namun, ia menolak bila kemudian al- Qur?an kehilangan semangat utamanya, yakni menjadi hidayah bagi umat manusia. Karenanya, berkaitan dengan kisah ashab al-kahfi, beliau seringkali mengutarakan pemikiran-pemikiran yang berupaya untuk menjelaskannya secara rasional dan mengiringinya dengan renungan-renungan yang mendalam. Dengan bahasa yang sederhana dan lugas, ia menjelaskan mengapa misteri-misteri yang terkandung di dalam kisah ini terjadi dan bagaimana seharusnya dipahami dalam konteks kekinian (baca: modern). Sehingga al-Qur?an menjadi hidayah bagi setiap umat sepanjang zaman (al-Qur?an salihun likulli zaman wa makan} }