eprintid: 62707 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/06/27/07 datestamp: 2024-01-05 03:44:41 lastmod: 2024-01-05 03:44:41 status_changed: 2024-01-05 03:44:41 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Lalu Muhamad Rusdi Fahrizal, NIM.: 20201012005 title: KESATUAN MAKNA DALAM PUISI AT-TALASIM KARYA ILIYA ABU MADI (ANALISIS SEMIOTIK RIFFATERRE) ispublished: pub subjects: B divisions: bsa_s2 full_text_status: restricted keywords: At-Ṭalasim, Heuristik, Hermeneutik note: Pembimbing: Dr. Moh. Kanif Anwari, S. Ag. M.Ag. abstract: Objek material pada penelitian ini adalah syair yang berjudul Aṭ-Ṭalāsim karya Iliyā Abū Māḍī, sedangkan yang menjadi objek formalnya adalah kesatuan makna, dan adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotik Riffaterre. Dalam semiotiknya, menggunakan dua level pembacaan, yaitu heuristik (pembacaan berdasarkan tingkat mimetis, berdasarkan arti kamus) dan hermeneutik (pembacaan proses pada level kedua dengan mencari matriks, model, dan hipogram). Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam syair Aṭ-Ṭalāsim dalam pembacaan heuristik masih tersebar, belum memusat. Dalam pembacaan hermeneutik, penyair menyampaikan pemikirannya tentang sebuah teka teki yang mengajak pembaca untuk berfikir tentang ungkpan pertanyaan yang diucapkan oleh penyair. Adapun matriks yang didapatkan oleh penulis adalah “nilai-nilai kebenaran”. Menurut hemat penulis, dalam syair Aṭ- Ṭalāsim manusia memerlukan pilihan yang tepat, agar jalan hidup manusia bisa mengarah pada nilai-nilai kebenaran. Model dalam bait syair Aṭ-Ṭalāsim terdapat dalam dua kalimat yang berbunyi “walaqod abṣortu” dan “wa lī yā baḥru aqlin” yang artinya ungkapan penyair tentang akal yang dimiliki manusia, sebagai unsur pembeda dengan makhluk lainnya. Akal tersebut digunakan untuk mencari jalan kebenaran. Hipogram aktual yang menjadi latar belakang terbentuknya matrik ini adalah pemikiran filsafat aliran rasionalisme. Menurut kaum rasionalisme, sumber pengetahuan manusia didasarkan pada ide bawaan (innate idea) yang dibawa oleh manusia sejak lahir. Ide bawaan tersebut terbagi menjadi tiga bagian, yaitu; Pertama, pemikiran (cogitans), bahwa secara fitrah manusia membawa ide bawaan yang sadar pada dirinya adalah makhluk yang berfikir. Kedua, Allah (deus), manusia secara fitrah memiliki ide tantang suatu wujud yang sempurna, dan wujud yang sempurna tersebut tidak lain adalah Tuhan. Ketiga, keluasan (extensia), yaitu ide bawaan manusia, materi yang memiliki keluasan dalam ruang. date: 2022-11-21 date_type: published pages: 107 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA thesis_type: masters thesis_name: other citation: Lalu Muhamad Rusdi Fahrizal, NIM.: 20201012005 (2022) KESATUAN MAKNA DALAM PUISI AT-TALASIM KARYA ILIYA ABU MADI (ANALISIS SEMIOTIK RIFFATERRE). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/62707/1/20201012005_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/62707/2/20201012005_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf