@phdthesis{digilib63606, month = {January}, title = {DARI BERKAH KE PENDISIPLINAN DIRI: RAGAM PERSEPSI PENGALAMAN MONDOK MAHASISWI BIDIKMISI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 19107020049 Yusnidha Azzahra Nurrul Izza}, year = {2024}, note = {Pembimbing: Achmad Uzair, S.IP., M.A, Ph.D.}, keywords = {Pengalaman Mondok, Interaksionisme Simbolik, Pendisiplinan Diri}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/63606/}, abstract = {Indonesia memiliki banyak pesantren yang telah tersebar di seluruh penjurunya, salah satunya adalah Pondok Pesantren Nawesea. Nawesea merupakan pondok pesantren mahasiswa yang memfokuskan program pengajaran untuk para santrinya dalam bidang pengembangan bahasa asing, peningkatan akademik, dan peingkatan spiritualitas. Mondok di pesantren ini menjadi syarat untuk mahasiswa UIN Sunan Kaljaga dalam penerimaan bidikmisi. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswi alumni Nawesea terkait pegalaman mondok mereka dan faktor-faktor yang mempengaruhi adanya persepsi tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan dokumentasi yang berupa buku atau penelitian yang terkait dengan penelitian ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Interaksionisme Simbolik milik Herbert Blumer. Hasil yang diperoleh dari peneltian ini menunjukkan bahwa setiap mahasiswi memliki persepsi yang berbeda akan pengalaman mereka mondok di pesantren. Hal tersebut dikarenakan setiap mahasiswi memiliki latar belakang akan pengasuhan orang tua, latar belakang keagamaan, pendidikan, dan pengetahuan yang berbeda-beda. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori Interaksionisme Simbolik bahwasanya setiap mahasiswi yang merupakan individu tunggal memaknai setiap simbol terkait objek, peristiwa, dan perilaku secara subjektif berdasarkan dengan apa yang mereka yakini.} }