%A NIM.: 21204092009 Nidaul Fajrin %O Pembimbing: Dr. Nur Saidah, M.Ag. %T STRATEGI PENGELOLAAN PESANTREN DALAM MEMBENTUK KEPEMIMPINAN SANTRI (STUDI DI PONDOK PESANTREN ASY SYIFA MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA) %X Pada era digitalisasi ini, terdapat interpersonal skill yang perlu dimiliki seorang individu, salah satunya leadership skill. Pondok Pesantren Asy Syifa Muhammadiyah Bantu memiliki semboyan sebagai pesantren kader dan dakwah. Dan oleh karena PPAM merupakan pondok pesantren dibawah nauangan persyarikatan Muhammadiyah, sehingga K.H. Ahmad Dahlan merupakan role model kepemimpinan. Akan tetapi, tentunya PPAM memiliki upaya tersendiri dalam membentuk jiwa kepemimpinan santri. Sehingga peneliti tertarik mengkaji mengenai pengelolaan pesantren dalam membentuk jiwa kepemimpinan santri. Jenis penelitian yang digunakan adalah field research dengan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah mudir, wakil direktur II bidang kesantrian, kaur kesantrian, ustadz/ah dan pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pondok Pesantren Asy Syifa Muhammadiyah Bantul. Validasi dan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data meliputi tahapan kondensasi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan pertama, strategi pengelolaan pesantren dalam membentuk kepemimpinan santri sesuai dengan fungsi manajemen yaitu perencanaan (planing), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) diklasifikasikan dalam 3 macam kegiatan yakni (1) kegiatan kepengurusan; (2) kegiatan pelayanan; (3) kegiatan ekstrakurikuler dan pengawasan (controlling). Kedua, implementasi kegiatan sebagai upaya pembentukan kepemimpinan melalui program mubaligh hijrah dan proses santri berorganisasi di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ketiga, kunci keberhasilan berdasarkan nilai-nilai moral yakni moral knowing berupa pemberian pengetahuan terkait kepemimpinan dalam mata pelajaran dan kegiatan pengkaderan; moral feeling, dapat dilihat dari santri secara sukarela dan ikhlas mengikuti seluruh kegiatan pesantren. Serta kerjasama mereka dalam melaksanakan tugas sebagai santri; dan moral acting, berdasarkan konsistensi dan komitmen santri dalam mengikuti seluruh kegiatan pesantren serta menjaga amanah sebagai pengurus IPM dengan merealisasikan program kerja secara baik. Hasil temuan menunjukkan bahwa kegiatan di pondok pesantren sangat penting dalam menumbuhkan karakter kepemimpinan sesuai dengan syariat Islam. Dan kegiatan berogranisasi di IPM memberikan pembelajaran dan pengalaman kepada santri tentang tugas dan fungsi pemimpin. %K kurikulum pembelajran; Manajemen Pendidikan Islam; pesantren; kepemimpinan santri %D 2023 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib64144