%0 Thesis %9 Skripsi %A IRFAN KUSHENDAR GIRSANG, NIM.: 05360081 %B /S1 - Skripsi/Fakultas Syari'ah/ %D 2011 %F digilib:6636 %I UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta %K intervensi negara, kebebasan beragama, transformasi pemikiran, pribumisasi Islam, sekularisme, KH. Abdurrahman Wahid %P 136 %T TELAAH PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG INTERVENSI NEGARA TERHADAP KEBEBASAN BERAGAMA DI INDONESIA MASA ORBA DAN PASCA REFORMASI %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6636/ %X ABSTRAK Wacana kebebasan beragama di Indonesia, bukanlah barang baru di pentas opini kekinian. Gagasan kebebasan dan toleransi antar pemeluk agama terus diwacanakan, meskipun terkesan seperti pungguk merindukan bulan. Bahkan Islam sendiri mempersoalkan masalah kebebasan beragama. Dalam ajaran Islam, kebebasan agama tidak sebatas membiarkan seorang manusia memilih terhadap suatu agama, namun lebih dari itu, memberi kebebasan kepada pemeluk setiap agama untuk melaksanakan ritual ajaran agamanya. Mewacanakan hubungan agama dan negara memiliki pandangan yang sama, walaupun secara substansial sangat berbeda. Agama dan negara merupakan dua komponen sosial yang memiliki relasi langsung dengan tatanan hidup manusia. Keduanya memiliki korelasi dalam tegaknya hak-hak individual dalam suatu komunitas yakni kebebasan berpikir, berkesadaran, dan kebebasan berekspresi. Namun dalam fungsi realitas yang terjadi, korelasi agama dan negara menjadi suatu ketegangan ketika terdapat indikasi intervensi dari salah satu pihak. Maka, tak jarang terjadi konflik berbau sara' maupun kekuasaan dibumbui agama. Dalam konteks ini, penyusun mencoba mengkaji pandangan tokoh yakni KH. Abdurrahman Wahid. kehadiran Gus Dur panggilan akrabnya (Presiden RI Keempat dan Ketua Umum PBNU 1984-1999, wafat pada 30 Desember 2009) yang secara histories, tidak dapat dipisahkan dari kontroversi dan kenyelenehan di negeri ini sepanjang era Orde Baru hingga Reformasi. Ia mulai membuat kejutan-kejutan baru dengan lompatan-lompatan gagasan dari tradisi habitatnya, (pesantren) bahkan menggulirkan wacana kritis ke hadapan public. Dalam kajian ini, penusun melakukan kajian melalui pendekatan histories untuk mendapatkan hasil kesimpulan yang eksplanatif. Adapun analisis penelitian yang dilakukan bersifat studi kepustakaan (library research) dengan komparasi membandingkan pandangan pemikiran Gus Dur pada masa Orde Baru dengan era Reformasi. Setelah melakukan kajian dalam penelitian, penyusun menarik kesimpulan bahwa agama merupakan ikatan teologis-transendental yang bersifat vertikal antara seorang individu dengan Tuhan. Sedangkan negara merupakan perwujudan ikatan sosial, ekonomi, budaya, dan politik, serta segala hal yang bersifat horizontal antar individu yang didasarkan pada konvensi-konvensi (kontrak sosial) yang dibangun bersama. Atas pekembangan tesebut, Gus Dur tampil dengan memberikan gaya gagasan dan idenya dalam menyikapi hubungan antar keduanya. Dimana dalam gagasannya terjadi transformasi pemikiran (pribumisasi Islam ke sekuralisme) seiring dengan perubahan zaman atau periode kepemimpinan. Terjadinya transformasi pemikiran bukan tanpa alasan. Berdasarkan latarbelakang pemikirannya, Gus Dur menggunakan kaidah maq amp;#257;sid syari'ah dan serba fiqh yang diaplikasikan pada realitas. Atas dasar tersebut lah, maka terjadi perubahan pemikiran yang semula berhulu dari pribumisasi Islam kemudian bermuara ke sekularisme. Selain itu, pengaruh lingkungan yang ia peroleh dari pesantren Islam Tradisional hingga pendidikannya ke Bagdad yang bernuansa kosmopolitan. div %Z Pembimbing: 1. Dr. Ocktoberrinsyah, M.Ag. 2. Sri Wahyuni, S.Ag., M.Hum.