TY  - THES
N1  - Pembimbing: Drs. Khoiron Nahdiyyin, M.A
ID  - digilib67287
UR  - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/67287/
A1  - Ahmad Farhan, NIM.: 00110159
Y1  - 2005/03/31/
N2  - Sebagai   sebuah   karya   sastra,   cerpen   bersumber   dari   sebuah kenyataan  yang  ada  dalam 
 suatu  masyarakat.  Sebuah  karya  sastra  tidak tercipta dari kekosongan budaya. Karya sastra 
merupakan aktualisasi tertentu dari sebuah  sistem  konvensi  atau kode sastra  dan budaya.  
Beberapa  karya sastra  yang kita  kenal,  sebagian  tercipta  dari gumpalan-gumpalan imajinasi 
yang menyiratkan fenomena kehidupan anak manusia.
Levi-Strauss  secara  implisit  menganut  pandangan    bahwa  sebuah cerita (naratif) seperti 
halnya sebuah kalimat, maknanya merupakan hasil dari suatu proses artikulasi. Pandangan ini 
berdasarkan  dua hal,  pertama, bahwa makna  sebuah  teks  tergantung  pada  makna  dari 
bagian-bagiannya.  Artinya jika makna suatu bagian berubah, maka sedikit banyak berubah pula makna 
keseluruhan  teks  tersebut.  Kedua,  makna  dari  setiap  bagian  atau  peristiwa dalam  sebuah  
teks  ditentukan  oleh   oleh  peristiwa-peristiwa yang  mungkin dapat  menggantikan  tanpa  
membuat  keseluruhan  teks  menjadi  bermakna atau tidak masuk akal.
Dalam  hal  ini,  penulis  mengkaji  salah  satu  karya  al-Manfaluthi  ,yaitu cerpen   al-Yatim  
dalam  ontology  cerpen   al-'Abar.it  dengan  menggunakan pendekatan  strukturalisme  
Levi-Strauss.  Cerpen  ini    menceritakan  tentang kisah   cinta   tokoh   Yatim   kepada   anak   
pamannya.      Dia   tidak   mampu mengungkapkan   perasaannya,   karena   dia   tahu   akan   
kapasitas   dirinya, sementara  di sisi  lain, bibinya  tidak  merestui  hubungan  mereka.   Maka  
itu merupakan  awal  penderitaan  yang  harus  dialami  hingga  keduanya  terpisah dengan  
menjalani  kehidupan  sendiri-sendiri.  Padahal  sebenamya,  mereka memiliki  perasaan  yang  sama. 
 Cinta  dua  tokoh  ini  tidak  kesampaian  dan berakhir dengan kematian.
Salah satu dari asumsi  strukturalisme Levi Strauss adalah bahwa  relasi�� relasi yang berada  pada 
 struktur  dapat disederhanakan lagi menjadi  oposisi berpasangan    (binary   opposition)   yang   
 paling    tidak    mempunyai    dua pengertian,  Yang  pertama  yaitu  oposisi  berpasangan  yang  
bersifat  ekslusif seperti  pada  kategori  menikah  dan  tidak  menikah.    Pengertian  yang  
tidak ekslusif,  yang  kita  temukan  dalam  berbagai  macam  kebudayaan   seperti misalnya:    
oposisi-oposisi   aiir-api,   gagak-elang,    siang-malam,    matahari� rembulan dan sebagainya.
Dalam   tulisan   yang   sederhana   ini,   penulis   melakukan   pembacaan keseluruhan teks, dari 
pembacaan ter:;ebut dipt:roleh pengetahuan tentang isi cerita,  tentang  tokoh-tokohnya,  tentang  
berbagai  tindakan  yang  mereka lakukan,   serta   berbagai   peristiwa   yang   mereka   alami.   
  Kemudiari   dari pembacaan tadi juga, maka cerita tadi di bagi dalam beberapa episode. Dalam 
setiap episode ditemukan   cerita yang kemudian dirangkai dal m sebuah  rangkaian 
cerita.
PB  - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
KW  - Cerpen; Analisis; Strukturalisme
M1  - skripsi
TI  - AL QISSAH AL QASIRAH AL YATIM LI MUSTAFA LUTFI AL MANFALUTI: dirasah tahliliyyah bunyawiyyah li Levi-Strauss
AV  - restricted
EP  - 78
ER  -