%0 Thesis
%9 Skripsi
%A Siti Nadziroh, NIM.: 00110171
%B FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA
%D 2004
%F digilib:67304
%I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
%K Puasa; Niat; Tata Bahasa Arab
%P 64
%T KALIMAH GHAD FI LAFAZ NIYAT AL SAWM
%U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/67304/
%X Niat rnerupakan dasar dan tolok ukur semua amal perbuatan, dalarn sebuah      haditsnya,  Rasul  saw  bersabda,:      ..::.A..  Y JL...c."ii WJ    yang  artinya:  bahwa  segala          amal  perbuatan  itu didasari dengan  niat.  Dalam  hat  ini  penulis  ingin  membahas  satu  batas  niat  yang setiap  bulan romadlon  selalu    di  lafalkan  oleh  para  muslim,  yaitu  niat  puasa.  yang  berbunyi:  .i:ii l.....;:,_) ti...JI o.:U. u  .J      ua.J-! 1 1 ,y..       f'        -::..y_,.i  Saya  bemiat  puasa  besok  hari   untuk  melaksanakan   kefardluan   bulan  romadlan  karna  Allah Ta'ala.                                Pada  niat  puasa  tersebut ada sedikit  hal  yang menarik  untuk  dikaji  dalam nrnkna,  untuk    itu  penulis  ingin  memberikan  gambaran  kepada  pelafal niat seperti yang  telah  tertera    diatas,  bahwa  sebenarnya  niat  tersebut  perlu  dikaji,  meskipw1 hal   itu  sudah   menjadi     kebiasaan.   Dan  dikarenakan   pemahaman   akan   makna tidaklah semudah  melafalkan suatu niat,   dalam  ha] ini yang menjadi pennasalahan adalah niat yang telah tersebut diatas dilafalkan sesudah   sholat tarawih.  Didalam   niat  diatas  tertera  kata              yang  dimaknai  dengan  "besok",    kemudian  apa  pengertian  dari  makna  kata  tersebut?  dalarn  pengertian  beberapa kamus  adalah     hari  setelah   hari   kita  sekarang.  Dan   tentunya  dari  situ  timbul pertanyaan kapankah   aw.ii waktu hari esok itu?  Ada  beberapa  asumsi  tentang  makna  niat  "besok  hari"  dalam  pengertian pergentian  hari atau   awal waktu besok.  Permulaan hari dimulai saat tenggelamnya matahari.      Pennulaan hari dimulai saat terbit fajar dari ufuk timur. Permulaan hari dimulai setelah pukul   00.00 malam.  Dari  masing-masing  asumsi  diatas  mempunyai  landasan  masing-masing yang  tentunya   asumsi     tersebut   perlu   juga   untuk   di   pert:.;1bangkan.  Setelah rncmpcrhatikan   bcbcrapa   asumsi    diatas   lalu   afsahkah  jika   niat   puasa   yang menyabutkan  kata ghod  yang  berarti  esok    hari  tersebut dilafalkan  setelah  sholat tarawih.    Kemudian  jika dihubungkan  dengan  makna  katanya,  maka  kata  tersebut semestinya   mempunyai     beberapa   sinonim   yang  serupa   maknanya   walau  ada sedikit perbedaan makna dalam segi waktu.   Adapun sinonimnya adalah kata Ofa. dan    c4---,  kemudian   yang   perlu   ditanyakan   adalah:     bolehkah   niat   yang menggunakan  kata ghod menjadi kata bukroh atu shobah, seperti  0fa.  r         Y  .ill   _)   \ o  <}-  _)    _)  bi uc-.  Dalam   penulisan   ini   penulis  menggunakan   pendekatan   semantik   yang berhubungan  dengan    makna, dari  penjelasan tentang semantik  yang akan datang, pcnulis bisa  menelusuri makna  kata    itu, selain itu  penulis juga melihat akan awal dan   akhir   bulan    romadlon    yang   menjadi      bulan    puasa.   Kemudian    untuk mcngetahui  asal  nahwiyah  dari  kata  tersebut  maka  perlu    menggunakan  dzorof zaman, sebab dzorof tersebut mempunyai makna waktu.  Dari penelitian dalam judul diatas maka bahan utama yang perlu digunakan adalah Fiqh A/-1,ughoh   Al-A'robiyah Wakhoshoisuha  karya Dr. Amil Badi'  Ya'qub. Serta Semantik  /,eksikal karya Prof  Dr. Mansoer Pateda.
%Z Pembimbing: Drs. H. Moh Habib, M.Ag