%A NIM.: 98112161 Hendra Muayyad
%O Pembimbing: Drs. H.A. Patah, M.Ag
%T DIWAN MADINAH AL KABAIR LI NAJIB AL KAYLANIY (Dirasah ‘Arudiyah Waqafiyyah)
%X Dalam sebuah puisi -khususnya di dunia Arab-, persoalan bunyi teryata bukan persoalan yang sepele. Kontribusi bunyi dalam menambah nilai estetika puisi begitu besar. Seorang penyair harus benar-benar memperhatikan aspek keteraturan bunyi dan kata (yang diatur dalam ilmu arudl dan qawafi) ini secara seksama sehingga karya yang dihasilkan akan terasa lebih indah. Jika sebuah karya puisi ingin diakui sebagai puisi yang berkualitas, maka aturan itu merupakan aturan yang harus dipegang dan dilaksanakan oleh setiap penyair Arab sebelum era modem. 
Seiring dengan perubahan zaman, dan banyaknya pengaruh dunia luar yang masuk ke dunia Arab, paradigrna itu lambat laun menjadi berubah, sehingga pada era modern, kecenderungan sastrawan Arab untuk tidak memakai aturan wazan arudl dan qawafi pada karya puisinya semakin besar. 
Berkaitan dengan pernyataan tersebut, penyusun mencoba membedah sebuah antologi puisi karya Najib al-Kailany -seorang sastrawan Arab modern yang sangat produktif pada masa hidupnya yang diduga masih mempertahankan aturan arudl dan qawafi- dengan menggunakan pendekatan ilmu arudl dan qawafi untuk mendapat gambaran lebih jelas .tentang struktur fisik puisi tersebut khususnya mengenai komposisi kata dan bunyi sebagai salah satu faktor dalam penentuan nilai estetika suatu puisi.
Setelah mendapat gambaran tentang struktur komposisi kata dan bunyi setiap puisi pada antologi Madinah al-Kaba'ir ini, dengan sendirinya dapat diketahui pula sejauh mana kecenderungan Najib al-Kailany -sebagai sastrawan Arab modern- dalam mempertahankan aturan wazan arudl dan qawafi.
%K puisi; penyair Arab; sastrawan Arab
%D 2004
%I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
%L digilib67350