%0 Thesis
%9 Skripsi
%A Abdul Malik, NIM.: 99112440
%B FAKULTAS ADAB
%D 2006
%F digilib:67873
%I UIN SUNAN KALIJAGA
%K studi kritik, terjemah, sintaksis, morfologi
%P 148
%T AL AKHTA' AL LUGHAWIYYAH FI TARJAMAH RIWAYAH MAWT AL RAJUL AL WAHID 'ALA AL ARD LI NAWAL AL SA'DAWY ILA AL LUGHAT AL INDONESIYYAH (DIRASAH FI AL NAQD AL TARJAMY)
%U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/67873/
%X Dalarn penelitian ini penulis akan melakukan kritik terjemah terhadap novel karangan Dr. Nawal el Sa'adawi yang diterbitkan oleh Dar wa Mathabi' al Mustaqbal di Alexandria pada tahun 1999 dan terjemahannya dalarn bahasa Indonesia yaitu Novel "Matinya Seorang Laki-laki" karya terjemahan Fahrni Gunawan dan Ahmad Muallif yang diterbitkan oleh Penerbit Jendela di Y ogyakarta pada tahun 2003.  Penelitian ini akan bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kesalahan yang terjadi dalarn penerjemahan novel tersebut ke dalarn bahasa Indonesia dan faktorfaktor yang  melatarbelakanginya. Dalarn upaya tersebut penulis menggunakan  metode analisa deskriptif yaitu menggarnbarkan bentuk kesalahan penerjemahan dan  menganalisanya dengan studi kritik terjemah. Adapun pendekatan yang digunakan adalah kritik pragmatik-tekstual, yaknl kritik yang berkaitan dengan permasalahan gramatika normatif bahasa Arab (sintaksis dan morfologi), idiom, makna referensial  dan makna kontekstual  Setelah dilakukan penelitian, didapatkan hasil total 138 kesalahan yang dapat  diklasifikasikan ke dalarn empat bentuk, yaitu penarnbahan dan pengurangan makna  yang tidak sesuai dengan konteks kalimat, kesalahan semantik, kesalahan  gramatikal, dan ketidaksetiaan terhadap makna asal. Dalarn penarnbahan dan  pengurangan makna terjadi 44 kesalahan dengan rincian 3 3 kesalahan karena  menghapus kalimat, 7 kesalahan karena menarnbah kalimat, 2 kesalahan karena  menghapus kata dan 2 kesalahan karena menarnbah kata. Kesalahan semantik  berjumlah 51 buah meliputi 40 kesalahan dalarn memahami makna referensial, 10  kesalahan dalarn memahami makna kontekstual dan 1 kesalahan dalarn memahami  ungkapan idiomatik. Kesalahan grarnatikal terjadi 33 kali disebabkan kesalahan  dalam memahami subyek pelaku sebanyak 8 buah, kesalahan dalarn memahami kata  perintah sebanyak 1 buah, kesalahan dalarn memahami obyek penderita sebanyak 5  buah, kesalahan memahami sebanyak I buah, kesalahan dalarn  menentukan referensi kata ganti sebanyak 6 buah, kesalahan dalam memahami  bentuk tunggal dan jamak 4 buah, kesalahan dalarn memahami bentuk definitif dan  indefinitif dari kata benda sebanyak 2 buah, kesalahan dalarn memahami kata ganti  dari subyek pelaku sebanyak 2 buah, kesalahan dalarn memahami fungsi   sebanyak 1 buah, dan kesalahan dalarn memahami kata ganti dari obyek penderita,  kata sifat dan hitungan masing-masing sebanyak 1 buah. Adapun dalarn hal  ketidaksetiaan-makna terdapat 10 kesalahan, yaknl mengubah penggarnbaran  sebanyak 1 buah, penyimpangan makna sebanyak 4 buah, susunan kalimat yang  janggal sebanyak 1 buah, mengubah penyifatan sebanyak 1 buah, penggantian  makna yang tidak sesuai sebanyak 2 buah, dan mengubah tujuan teks sebanyak 1  buah.  Selain identifikasi kesalahan-kesalahan tersebut, penelitian ini juga mencakup  sebab-sebab terjadinya kesalahan dan altematif perbaikan dalarn penerjemahan yang  benar.
%Z Pembimbing: Drs. Khairon Nahdiyyin, M.A.