TY - THES N1 - Pembimbing: Dr. M. Alfatih Suryadilaga, M.Ag ID - digilib6919 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6919/ A1 - Yusriandi, S.Th.I, NIM. 08213566 Y1 - 2011/06/27/ N2 - Berbeda dengan al-Qur?an, dikarenakan tidak adanya jaminan dari Allah Swt. akan keterpeliharaannya dari campur tangan pihak asing, ragam kontroversi dan kompleksitas di dalamnya, serta tidak relevannya pendekatan nash diterapkan terhadapnya, maka hadis Nabi dalam teologi Islam dipandang mengalami apa yang disebut dengan proses kepengarangan. Oleh sebab itu, cukup alasan kiranya disimpulkan bahwa tema sentral di seputar hadis dari dahulu hingga sekarang terbuhul pada kata autentisitas. Adalah Khaled M. Abou El Fadl, seorang pemikir Islam kontemporer kelahiran Kuwait dan sekarang bermukim di Amerika, yang mencoba membicarakan masalah autentisitas hadis melalui konsep kepengarangan hadis yang digagasnya. Penelitian ini diproyeksikan untuk mencari-tahu apa yang dimaksud Abou El Fadl dengan konsep kepengarangan hadis, bagaimana bangunan teorinya, serta bagaimana implikasi dan relevansinya dengan studi hadis khususnya dan studi Islam pada umumnya. Untuk menjawab pertanyaan di atas, dilakukan penelitian dengan cara berdialog dengan teks-teks yang dikarang oleh Abou El Fadl. Disebabkan penelitian ini bersandar pada data-data tertulis (library research), maka metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pendekatan sejarah pemikiran tokoh dipilih karena penelitian ini merupakan penelitian terhadap konsep kepengarangan hadis yang digagas oleh Abou El Fadl. Data-data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk deskriptif-analitis dan disusun secara sistematis. Setelah diteliti, ditemukan jawaban bahwa menurut Abou El Fadl setiap hadis yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw. merupakan hasil akhir dari sebuah proses kepengarangan. Ia hendak menegaskan bahwa banyak pihak luar selain Nabi Muhammad Saw. yang terlibat dalam proses kemunculan sebuah hadis dan sebuah riwayat belum tentu Nabi benar-benar berperan dalam proses kepengarangannya. Untuk mengidentifikasi suara kepengarangan Nabi dalam suatu riwayat atau dalam sebuah hadis, Abou El Fadl menawarkan empat langkah, yakni keberatan berbasis rasionalitas pembuktian, logika proporsionalitas, jedaketelitian, dan keberatan berbasis iman. Konsep kepengarangan hadis yang ditawarkan Abou El Fadl memiliki implikasi yang sangat luas karena umat Islam harus mengevaluasi semua pandangannya terhadap hadis Nabi, para sahabat Nabi, dan literatur hadis. Sedangkan relevansinya dengan studi hadis khususnya dan studi Islam pada umumnya terbuhul pada empat item. Pertama, penelitian berangkat dari matan ke sanad. Kedua, suara kepengarangan Nabi sebagai faktor penentu autentisitas hadis. Ketiga, mengaitkan autentisitas sebuah hadis dengan dampaknya di tengah masyarakat. Keempat, dalam menganalisis hadis jangan terpukau pada nama besar seorang sahabat dan status teks sebagai hadis Nabi. Sebab sahabat Nabi juga manusia biasa dan teks hadis yang mereka riwayatkan belum tentu benar-benar berasal dari Nabi. PB - UIN Sunan Kalijaga KW - HADIS KW - KHALED M. ABOU EL FADL KW - STUDI HADIS M1 - masters TI - KONSEP KEPENGARANGAN HADIS KHALED M. ABOU EL FADL DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP STUDI HADIS AV - restricted ER -