eprintid: 7015
rev_number: 19
eprint_status: archive
userid: 8
dir: disk0/00/00/70/15
datestamp: 2013-02-14 13:50:02
lastmod: 2015-04-16 04:55:46
status_changed: 2013-02-14 13:50:02
type: thesis
metadata_visibility: show
creators_name: Zuhri Humaidi, NIM: 06.234.391
title: TRANSFORMASI ISLAM POLITIK ERA REFORMASI (Studi terhadap Pendidikan Politik PKB Tahun 1998 - 2008 di Kabupaten Probolinggo Jatim)
ispublished: pub
subjects: polis
divisions: pps_hi
full_text_status: restricted
keywords: transformasi, islam, politik, era reformasi
note: Pembimbing : Prof. Dr. H. Iskandar Zulkarnain
abstract: Pasca reformasi 1998, PKB muncul sebagai salah satu partai yang memperoleh reputasi
luas. Hal itu paling tidak disebabkan dua hal pokok, yaitu perolehan suaranya yang cukup
signifikan pada Pemilu 1999 dan 2004 serta kehadirannya sebagai partai politik yang muncul dari
rahim NU, organisasi muslim terbesar di Indonesia yang sejak 1984 keluar dari percaturan politik
praktis. Yang menarik, berbeda dengan NU tahun 1940-an s/d 1970-an, ketika aktif berkiprah
dalam politik praktis, yang jelas mengusung agenda formalisasi Islam dalam kehidupan
kenegaraan, PKB berupaya mensintesiskan unsur keislaman dan keindonesiaan dalam konteks
kenegaraan yang plural serta memberi perhatian terhadap isu-isu sekuler seperti pendidikan
politik. Di Probolinggo, isu tentang pendidikan politik menjadi salah satu isu politik yang
dominan pasca reformasi. PKB merupakan partai terkuat di daerah ini dengan memenangi dua
kali Pemilu. Keberhasilan PKB tidak bisa dilepaskan dari struktur sosial dan keagamaan
masyarakat Probolinggo yang notabene merupakan pengikut NU yang taat. Akan tetapi, menarik
mencermati bagaimana agenda pendidikan politik, yang relatif baru bagi dunia kepartaiaan di
Indonesia, dimplementasikan oleh partai politik yang mengalami kendala struktural dan kultural.
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pendidikan politik sebagaimana terdapat di
dalam platform PKB, dan berikutnya mengukur sejauhmanakah rumusan ideasional tersebut
mampu dimplementasikan pada tataran praktis dan lokal di Probolinggo. Adakah kesenjangan
yang muncul antara platform sebagai konsep pokok di dalam menuntun kinerja partai dengan
kerja partai pada tingkat praktis. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis dalam tiga
konteks, yaitu konteks konfigurasi sosial dan politik di Probolinggo, konteks transformasi di
tubuh NU, serta konteks perubahan artikulasi Islam politik pasca reformasi. Meskipun demikian,
dua analisis yang terakhir tetap dilakukan dengan tujuan memperluas analisis dan menunjukkan
adanya kontinuitas di dalam dinamika politik dan sosial di Probolinggo. Untuk mendapatkan data
dan hasil yang akurat, penulis menggunakan pendekatan sosiologi politik yang bertujuan untuk
mendapatkan gambaran mengenai interaksi politik dan sosial, dinamika serta konflik yang terjadi
di Probolinggo. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan data-data primer dan sekunder. Data
primer berupa hasil wawancara dengan responden, dokumen atau arsip organisasi, dan hasil-hasil
keputusan penting, sedangkan data sekunder berupa hasil-hasil penelitian, buku, jurnal, dan lainlain.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pendidikan politik PKB di Probolinggo
diaplikasikan dalam enam model pokok, yaitu (1) Kampanye Pemilu dan Pilkada, (2) Pelatihan
politik kader dan diskusi publik, (3) Pembentukan organisasi tani dan nelayan, (4) Penghijauan
lingkungan, (5) Patronase kyai dan kegiatan keagamaan, dan (6) Pemberdayaan masjid. Enam
model pendidikan politik tersebut merupakan implementasi dari platform PKB yang pada tingkat
praktis dihadapkan pada sejumlah kendala pokok, baik sruktural maupun non-struktural, di
anataranya; tidak adanya dokumentasi, analisis dan pengelolaan yang profesional terhadap
kegiatan tersebut, minimnya kader profesional di PKB, ketergantungan terhadap aktor, kegagalan
dalam membangun aliansi dengan kelompok lain, serta munculnya kecenderungan oligarki.
Namun bukan berarti bahwa pendidikan politik yang telah dilaksanakan sepanjang pendirian
PKB tahun 1999 sampai dengan 2008, ketika penelitian ini dilakukan, kehilangan relevansinya
dengan dinamika sosial dan politik di Probolinggo. Relevansi pokok dari pendidikan politik
tersebut adalah memberikan kontekstualisasi terhadap reformasi yang berlangsung di tingkat
nasional serta meningkatkan kualitas demokrasi yang sedang berjalan. Pendidikan politik PKB
sekaligus menandai pergeseran paradigma politik NU, yang juga berarti pergeseran paradigma
Islam politik. Islam politik pasca reformasi relatif tidak mempermasalahkan posisi formal Islam
dalam NKRI, suatu fenomena yang belum pernah terjadi dalam sejarah perpolitikan di tanah air
pada periode sebelumnya.
date: 2010-04
date_type: published
institution: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
department: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga
thesis_type: masters
thesis_name: other
citation:   Zuhri Humaidi, NIM: 06.234.391  (2010) TRANSFORMASI ISLAM POLITIK ERA REFORMASI (Studi terhadap Pendidikan Politik PKB Tahun 1998 - 2008 di Kabupaten Probolinggo Jatim).  Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.   
document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/7015/1/BAB%20I%2C%20V%2C%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/7015/2/BAB%20II%2C%20III%2C%20IV.pdf