%0 Thesis %9 Skripsi %A Zulfa Syarifah, NIM.: 21104090008 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2025 %F digilib:74798 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Manajemen Pendidikan, Sekolah Ramah Anak, Pendidikan %P 237 %T SEKOLAH RAMAH ANAK DI TK MASYITHOH NDASARI BUDI KRAPYAK YOGYAKARTA %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74798/ %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh implementasi manajemen sekolah ramah anak yang belum optimal, terutama dalam proses pelaporan dan penganggaran yang masih terbatas pada administrasi internal. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan implementasi manajemen sekolah ramah anak yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, kepegawaian, pengarahan, koordinasi, pelaporan, dan penganggaran. Serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen sekolah ramah anak di TK Masyithoh Ndasari Budi Krapyak telah mengacu pada Permen PPPA Nomor 4 Tahun 2024 dan teori Manajemen Luther Gulick (POSDCORB). Proses perencanaan dilakukan dengan penyusunan program kerja dan RKAS tahunan, namun belum melibatkan semua pihak. Pengorganisasian disesuaikan dengan kemampuan guru, sedangkan kepegawaian menunjukkan semangat tinggi tetapi masih memerlukan peningkatan kompetensi. Pengarahan dan koordinasi dilakukan secara rutin antara kepala sekolah, guru, orang tua dan pihak eksternal. Pelaporan masih bersifat administratif, dan penganggaran bergantung pada dana SPP dengan transparansi yang terbatas. Faktor pendukung meliputi dukungan pemerintah, tenaga pendidik muda yang berkualitas, dan semangat guru yang tinggi, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan SDM, beban kerja ganda, kesejahteraan yang belum optimal, serta minimnya dana operasional. %Z Dr. Miftahus Sa’adah, S.Pd.I., M.Ed.