@phdthesis{digilib74889, month = {October}, title = {POTRET MEMORI KOLEKTIF DALAM PRAKTIK KEAGAMAAN DAN BUDAYA KOMUNITAS TRANSMIGRAN MUSLIM DI DESA BAGELEN, PROVINSI LAMPUNG TAHUN 1987 - 2023}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 18101020027 Rizka Nur Hidayah}, year = {2024}, note = {Fatiyah, S.Hum., M.A.,}, keywords = {memori kolektif; transmigran muslim; identitas kolektif}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74889/}, abstract = {Transmigrasi di Desa Bagelen dimulai sejak masa kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1905 yang dikenal dengan istilah kolonisasi. Program kolonisasi secara signifikan membawa perubahan sosial dan budaya bagi komunitas di Desa Bagelen. Salah satu aspek yang menarik adalah praktik keagamaan dan budaya yang berkembang. Kedua aspek ini sangat penting dalam membentuk jati diri atau identitas masyarakat, mulai dari cara berpakaian, berkomunikasi, hingga cara masyarakat merayakan momen-momen penting. Fenomena ini membuka peluang bagi peneliti untuk mengeksplorasi bagaimana memori kolektif transmigran Muslim tercermin dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam praktik keagamaan dan budaya di Desa Bagelen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap kehidupan komunitas transmigran Muslim dalam praktik keagamaan dan budaya yang mendukung eksistensi identitas kolektif mereka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi agama dan antropologi budaya. Melalui pendekatan ini, penelitian akan menelusuri dinamika sosial, struktur kebudayaan, serta peran memori kolektif dalam mempertahankan dan mengembangkan praktik-praktik keagamaan dan budaya. Adapun teori yang digunakan adalah teori memori kolektif yang berperan dalam membentuk dan mempertahankan identitas kolektif suatu komunitas. Analisis data melibatkan wawancara, observasi, dan tinjauan dokumen dengan metode sejarah yang mencakup dari heuristik, verifikasi berupa kritik intern maupun ekstern, interpretasi terhadap fakta-fakta yang ada, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memori kolektif dalam praktik keagamaan dan budaya komunitas transmigran Muslim di Desa Bagelen memberikan dampak signifikan dalam membentuk dan mempertahankan identitas kolektif mereka. Praktik keagamaan Islam dan budaya Jawa yang diterapkan di desa ini berfungsi sebagai pelestarian cerita-cerita sejarah perjuangan leluhur serta simbol-simbol yang mencerminkan pengetahuan tentang identitas mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa komunitas transmigran Muslim berhasil menjaga eksistensi identitas kolektif mereka sebagai Muslim melalui nilai-nilai dan moral dari praktik keagamaan, sekaligus melestarikan identitas mereka sebagai keturunan etnis Jawa melalui praktik-praktik budaya yang ada di Desa Bagelen.} }