@phdthesis{digilib74939, month = {October}, title = {FENOMENA INSECURITY DALAM AL-QUR?AN PERSPEKTIF TAFSIR MAQASIDI}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 19105031010 Za?im Mahmudy Mujahid}, year = {2025}, note = {Aida Hidayah S. Th. I., M. Hum.}, keywords = {Fenomena Insecurity, Tafsir Maqasidi, Khauf, Huzn, Halu?a}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74939/}, abstract = {Insecuruty merupakan gangguan psikologis yang umum dialami manusia dan dapat memunculkan perasaan khawatir serta ketidakpercayaan diri. Banyaknya tuntutan dari keluarga maupun lingkungan di sekitar, seorang remaja bisa menjadi cemas terhadap apa yang dihadapinya. terutama ketika menghadapi hal baru atau situasi penuh konflik. Pada dasarnya, insecurity akan ada disetiap kehidupan manusia terlebih lagi jika dihadapkan oleh hal baru hingga adanya sebuah konflik. Penelitian ini membahas penafsiran ayat-ayat Al-Qur?an (Q.S. Al-Baqarah: 227, Al-M{\=a}idah: 69, Al-An?{\=a}m: 48, dan Al-Ma?{\=a}rij: 19) perspektif tafsir maq{\=a}{\d s}id{\=i} serta mengkontekstualisasikan dengan fenomena insecurity. Dalam mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode penafsiran maq{\=a}{\d s}id{\=i} dengan pemilihan term khauf, {\d h}uzn, dan halu?a. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk melakukan analisis isi terhadap narasi-narasi yang mengalami insecurity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran ayat al- Qur?an Q.S. Al-Baqarah: 227, Al-M{\=a}idah: 69, Al-An?{\=a}m: 48, dan Al-Ma?{\=a}rij: 19 melalui dimensi tafsir maq{\=a}{\d s}id{\=i} ini, dapat dipahami penelitian ini mengungkap bahwa seseorang yang merasa insecurity, secara tidak langsung pikirannya akan tidak berfungsi semestinya. Sebab ketika seseorang berpikir bahwa sikap yang dilakukannya akan berdampak pada pola pikir dan tingkah lakunya sehingga sulit untuk berpikir secara jernih. Insecurity dapat menimbulkan kecemasan sosial yang berimbas pada rasa rendah diri, ketidaknyamanan lingkungan, kegagalan terus menerus. Dari nilai {\d h}if{\d z} al-?aql dan {\d h}if{\d z} al-nafs berperan penting dalam memberikan solusi teologis dan psikologis untuk mengatasi insecurity serta membentuk ketenangan jiwa. yang tercermin melalui istilah khauf (ketakutan terhadap suatu hal), {\d h}uzn (kesedihan), halu?a (kegelisahan). Dengan {\d h}if{\d z} al-?aql dan {\d h}if{\d z} al-nafs, seseorang diharapkan untuk mencapai stabilitas psikologis, ketenangan batin, dan kesadaran spiritual yang kuat.} }