@phdthesis{digilib74941, month = {December}, title = {INTERPRETASI KONSEP KETUHANAN DALAM NOVEL KHOTBAH DI ATAS BUKIT KARYA KUNTOWIJOYO}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 20105010059 Moh Fahrul Rozi}, year = {2025}, note = {Adhika Alvianto, M.Pd.}, keywords = {Khotbah di Atas Bukit, Ketuhanan, Ibnu Arabi, Wahdat al-Wujud}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74941/}, abstract = {Penelitian ini mengkaji konsep ketuhanan dalam novel Khotbah di Atas Bukit karya Kuntowijoyo, yang merepresentasikan pergulatan batin dan pencarian makna hidup melalui pengalaman batin tokoh utamanya yaitu, Barman. Novel ini menghadirkan kritik terhadap kehidupan modern sekaligus menawarkan refleksi mendalam mengenai relasi manusia dengan Tuhan. Penelitian ini hadir untuk menginterpretasi konsep ketuhanan dalam novel Khotbah di Atas Bukit. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian yaitu, bagaimana konsep ketuhanan dalam novel Khotbah di Atas Bukit serta nilai-nilai ketuhanan apa saja yang dihadirkan melalui narasi, tokoh, dan simbol-simbol. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasi konsep ketuhanan dalam novel Khotbah di Atas Bukit serta mengidentifikasi nilai-nilai ketuhanan yang terkandung di dalamnya. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah merode analisis kepustakaan (library research) yang bercorak deskriptif-kualitatif. Penulis menggunakan pendekatan Wahdat al-Wujud Ibu Arabi dalam menganalisis konsep ketuhanan dalam novel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Khotbah di Atas Bukit merepresentasikan konsep ketuhanan yang bersifat transendental sekaligus imanen, di mana Tuhan dipahami sebagai realitas tertinggi yang menampakkan diri melalui alam semesta dan kesadaran batin manusia dalam proses tajalli. Penelitian ini juga menemukan tiga nilai ketuhanan utama, yaitu nilai eksistensi, nilai transendensi, dan nilai relasi manusia dengan Tuhan. Dengan demikian, novel Khotbah di Atas Bukit tidak hanya memiliki nilai estetis sebagai karya sastra, tetapi juga mengandung dimensi filosofis dan sufistik yang relevan sebagai refleksi spiritual atas kehidupan manusia modern.} }