%0 Thesis %9 Skripsi %A Muhammad Aminullah, NIM.: 20105020034 %B FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM %D 2025 %F digilib:74943 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Tradisi Peletan, Simbolisme Ritual, Kehamilan Anak Pertama %P 112 %T KAJIAN SIMBOLIK TRADISI PELETAN UPACARA KEHAMILAN ANAK PERTAMA DI DESA PONJANAN BARAT KECAMATAN BATU MAR-MAR PAMEKASAN MADURA %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74943/ %X Kehamilan anak pertama adalah tahap krusial yang mendapat perhatian khusus di masyarakat Madura melalui tradisi peletan, sebuah ritual slametan yang diadakan pada usia kehamilan tujuh bulan di Dusun Taretah Laok, Desa Ponjanan Barat, Kecamatan Batu Mar-Mar, Kabupaten Pamekasan. Budaya ini menggabungkan nilai-nilai sosial, religius, dan filosofi sebagai wujud rasa syukur dan harapan keselamatan bagi ibu dan anak. Namun, seiring dengan kemajuan zaman, tradisi ini terpengaruh oleh perubahan interpretasi yang dipengaruhi oleh modernisasi, pendidikan, dan persepsi agama Islam. Hal itulah yang mendorong studi ini untuk mengungkap, 1. Bagaimana Masyarakat melaksanakan tradisi peletan sebagai upacara kehamilan anak pertama?, 2. Bagaimana makna dan simbolisme yang terkandung dalam tahapan-tahapan pelaksanaan tradisi peletan pada Masyarakat Dusun Taretah Laok, Desa Ponjanan Barat Kecamatan Batu Mar-Mar Pamekasan Madura? Studi ini adalah kualitatif deskriptif dengan penelitian lapangan di Dusun Taretah Laok, menerapkan teori simbolik interpretatif dari Clifford Geertz yang melihat budaya sebagai sistem simbol kolektif untuk menginterpretasikan arti rit-ual. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap pelaksanaan ritual, wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci seperti dukun pelet, ustadz, pelaksana, dan tokoh masyarakat menggunakan purposive sampling, serta doku-mentasi yang berupa foto. Analisis data mencakup reduksi, presentasi, verifikasi dengan sumber-metode-waktu, serta penarikan kesimpulan untuk mengungkap arti simbolis tahap-tahap dan perlengkapan upacara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi peletan mencakup berbagai rangkaian simbolik seperti pengajian Yasin, Maryam, dan Yusuf, pijat oleh dukun bayi, siraman dengan air bunga, serta pemakaian sesaji seperti telur, kelapa muda, dan kain putih yang mengandung makna filosofis dan sosial. Tradisi ini berperan sebagai sarana penguatan solidaritas sosial, pembentukan identitas budaya, serta pelestarian kearifan lokal di tengah transformasi sosial dan religius. %Z Dr. Ahmad Salehudin, S.Th.I., M.A.