%A NIM.: 20105030026 Azmil Fauziyah %O Dr. Phil. Mu’ammar Zayn Qadafy, M. Hum. %T KAJIAN KOHERENSI AL-QUR’AN (STUDI ATAS KONSEP STRUKTUR SIMETRIS RAYMOND FARRIN TERHADAP PASANGAN SURAH QS. 47–48 DAN QS. 91–92) %X Kajian koherensi Al-Qur’an telah berkembang melalui konsep nazm dan munasabah sebagai respons terhadap pandangan sebagian sarjana Barat yang menilai susunan mushaf tidak sistematis. Dalam konteks perkembangan studi modern, kajian ini berkembang melalui dua arus besar, yaitu kajian kesatuan Al-Qur’an oleh sarjana muslim dan pendekatan sastra oleh sarjana Barat yang memandang surah sebagai kesatuan unit. Raymond Farrin, seorang pakar sastra Arab klasik, turut mencoba menjembatani kedua tradisi ini dengan menawarkan pendekatan struktur simetris yang memadukan prinsip koherensi sastra dengan konsep pasangan surah. Meskipun Farrin mengidentifikasi 53 pasangan surah sebagai salah satu pilar keterpaduan mushaf, hanya lima pasangan yang dijelaskan secara rinci sehingga belum tersedia pemahaman metodologis yang utuh mengenai cara kerja konsep tersebut. Berdasarkan celah tersebut, penelitian ini mengkaji konsep pasangan surah Farrin dan menguji penerapannya pada pasangan surah yang belum dianalisis sebelumnya, yaitu QS. 47–48 dan QS. 91–92. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif-analitis bersumber pada kajian kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian ini adalah karya Raymond Farrin, terutama buku Structure and Qur’anic Interpretation: A Study of Symmetry and Coherence in Islam’s Holy Text dan artikel “The Pairing of Suras 8-9”. Analisis dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu menjabarkan konsep Farrin, mengidentifikasi pola analisis yang diterapkannya pada lima pasangan surah yang telah dikaji, dan mengaplikasikan pola tersebut pada pasangan QS. 47–48 dan QS. 91–92. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pasangan surah Farrin didasarkan pada prinsip komplementaritas, yakni dua surah yang berpasangan membentuk satu kesatuan tematik dan struktural yang saling melengkapi. Dalam menganalisis pasangan surah, Farrin menerapkan pola konsisten yang meliputi pembuktian koherensi internal surah dan identifikasi keterkaitan pasangan surah melalui tiga aspek utama berupa konteks, tema, dan struktur. Penerapan pola tersebut terhadap QS. 47-48 memperlihatkan transisi naratif dari konflik menuju kemenangan. Secara konteks, keduanya diturunkan di tengah meningkatnya ancaman terhadap komunitas muslim. Secara tema, keduanya menyerukan perjuangan dengan strategi yang berbeda. Secara struktur, QS. 47 yang berskema tiga segmen diperluas oleh QS. 48 yang berskema lima segmen; segmen pembuka keduanyamenegaskan perbedaan orang beriman dan orang kafir, dan penyebutan nama Muhammad di awal QS. 47 dan akhir QS. 48. Sedangkan pembacaan QS. 91-92 menunjukkan keseimbangan antara keteraturan alam dan tanggung jawab moral manusia. Kedua surah turun di tengah keragaman respons masyarakat Makkah terhadap dakwah Nabi. Secara struktur, keduanya memiliki tiga segmen yang paralel; bagian pembuka berisi sumpah tentang ciptaan Tuhan, bagian tengah berisi konsekuensi pilihan moral, dan bagian penutup berisi ancaman historis-eskatologis. Penelitian ini juga berkesimpulan bahwa pendekatan struktur simetris Farrin memberikan kerangka yang sistematis untuk mengembangkan tradisi munasabah dan menunjukkan bahwa susunan mushaf Al-Qur’an merupakan desain yang terencana, koheren, dan estetis. %K Koherensi Al-Qur’an, Raymond Farrin, Struktur Simetris, Pasangan Surah %D 2025 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib74945