eprintid: 74963 rev_number: 13 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/07/49/63 datestamp: 2026-01-09 06:03:15 lastmod: 2026-01-09 06:03:15 status_changed: 2026-01-09 06:03:15 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Siti Badriah, NIM.: 22105020033 title: MAKNA SIMBOLIK AKULTURASI BUDAYA BANJAR-JAWA DALAM ELEMEN ARSITEKTUR MASJID QUWWATUL ISLAM YOGYAKARTA ispublished: pub subjects: 201.7 divisions: ag_ag full_text_status: restricted keywords: Makna Simbolik, Arsitektur, Masjid Quwwatul Islam, Akulturasi Budaya note: Dr. Ahmad Salehudin, S.Th.I., M.A. abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya Masjid Quwwatul Islam Yogyakarta sebagai ruang religius sekaligus simbol identitas budaya komunitas Banjar yang telah menetap di Yogyakarta sejak masa awal berdagang di Pasar Beringharjo. Masjid ini bukan hanya tempat peribadatan, melainkan juga representasi akulturasi antara budaya Banjar, budaya Jawa, dan nilai-nilai Islam yang tercermin melalui elemen arsitekturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik arsitektur Masjid Quwwatul Islam serta menganalisis fungsi sosial, kultural, dan historis masjid tersebut bagi komunitas Banjar di Yogyakarta dalam konteks tradisi dan modernitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap struktur arsitektur masjid, analisis dokumen, serta wawancara dengan tokoh masyarakat dan jamaah yang memiliki pengetahuan mengenai sejarah dan perkembangan masjid. Seluruh data dianalisis secara tematik dengan memanfaatkan teori simbol Ernst Cassirer sebagai kerangka teoretis untuk memahami bagaimana elemen-elemen arsitektural berfungsi sebagai sistem simbolik yang menghubungkan pengalaman empiris dengan realitas spiritual dan identitas budaya komunitas Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur Masjid Quwwatul Islam memuat simbolisme yang kaya dan berlapis, tercermin melalui elemen seperti atap tumpang talu, gunungan wayang, menara golong gilig, mihrab, mimbar, ragam hias soko guru, dan ornamen khas Banjar. Seluruh elemen ini tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga membentuk narasi identitas dan spiritualitas komunitas Banjar. Selain itu, masjid ini berperan sebagai pusat ibadah, ruang sosial, sarana pelestarian budaya, sekaligus penanda historis hubungan komunitas Banjar dengan Yogyakarta. Kehadiran fasilitas modern seperti lift, eskalator, dan sistem teknologi masjid menunjukkan bahwa masjid ini mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman tanpa meninggalkan akar tradisionalnya. Dengan demikian, Masjid Quwwatul Islam menjadi ruang simbolik yang mempertahankan kontinuitas identitas Banjar sekaligus mencerminkan akulturasi harmonis dalam konteks masyarakat multikultural Yogyakarta. date: 2025-11-28 date_type: published pages: 125 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Siti Badriah, NIM.: 22105020033 (2025) MAKNA SIMBOLIK AKULTURASI BUDAYA BANJAR-JAWA DALAM ELEMEN ARSITEKTUR MASJID QUWWATUL ISLAM YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74963/1/22105020033_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74963/2/22105020033_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf