eprintid: 74964 rev_number: 11 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/07/49/64 datestamp: 2026-01-09 06:03:17 lastmod: 2026-01-09 06:03:17 status_changed: 2026-01-09 06:03:17 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Nidaurrahmi Mardani, NIM.: 22105020063 title: KEMATANGAN BERAGAMA PADA SANTRI TAKHASSUS KOMPLEK NDALEM DONGKELAN PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA ispublished: pub subjects: 297.715 divisions: ag_ag full_text_status: restricted keywords: Kematangan Beragama, Gordon W. Allport, Santri Takhassus, Ndalem Dongkelan note: Roni Ismail, S.Th.I., M.S.I. abstract: Ndalem Dongkelan merupakan salah satu Komplek yang berada di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta yang berfokus pada pembelajaran dan pembinaan tahfidzhul Qur’an. Salah satu program yang disediakan pondok ini agar dapat lebih mudah mendalami tidak terganggu dengan pembelajaran lainnya ialah program takhassus. Program takhassus Tahfidzul Qur’an yaitu program keagamaan yang bertujuan untuk mencetak generasi Qur’ani yang berprestasi, unggul, cerdas, mandiri, kreatif dan berakhlaqul karimah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan beragama para santri takhassus dengan menggunakan metode kualitatif, pendekatan psikologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara oservasi lapangan dan analisis dokumen. Lalu kemudian data yang didapatkan di analisis menggunakan tiga metode yaitu reduksi data, penyajian data, serta pencarian kesimpulan. Analisis penelitian ini menggunakan teori kematangan beragama Gordon William Allport dengan menggunakan enam kriteria hang menjadi indikatornya. Hasil penelitian yang menunjukkan kriteria Well-differentiated and Self-critical delapan dari sepuluh santri telah memenuhi kriteria ini yang ditandai dari sifat terbuka akan segala hal serta dorongan untuk terus menambah ilmu, namun dua lainnya masih menunjukkkan keterbukaan terhadap kritik mereka cenderung menerima masukan dengan perasaan kesal, serta respon yang dipengaruhi kondisi emosinalnya. Pada kriteria Motivational Force sembilan dari sepuluh santri mampu menjadikan agama sebagai sumber kekuatan dan motivasi dalam kehidupan mereka. Namun satu santri takhassus belum mampu menjadikan agama sebagai pedoman hidup karena dia masih membutuhkan bantuan seseorang yang lebih memahami persoalan yang hidupnya. Pada kriteria Moral Consistensy semua santri takhassus menunjukkan kesadaran untuk memperbaiki perilaku serta menjaga konsistensi antara perkataan dan perbuatan agar selaras dengan nilainilai agama yang mereka pelajari. Selanjutnya kriteria Comprehensiveness seluruh santri mampu bersifat terbuka akan pemahaman keagamaan yang berbeda serta meyakini bahwa toleransi merupakan aspek penting dalam hidupnya. Pada kriteria Integral semua santri mampu mengaitkan ajaran umum dengan ajaran agama sehingga nilai-nilai religius terintegrasi dalam cara mereka memahami dan menjalani kehidupan sehari-hari. Kriteria terakhir yaitu heuristic, seluruh santri menyadari bahwa pemahaman keagamaan mereka masih terus berkembang. Karena itu, mereka berupaya mencari pengetahuan baru agar dapat memahami kebenaran secara lebih mendalam. Adapun faktor yang mempengaruhi kematangan beragama santri takhassus ada dua yaitu, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri, sedangkan faktor eksternal berasal dari luar dirinya. date: 2025-12-09 date_type: published pages: 134 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Nidaurrahmi Mardani, NIM.: 22105020063 (2025) KEMATANGAN BERAGAMA PADA SANTRI TAKHASSUS KOMPLEK NDALEM DONGKELAN PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74964/1/22105020063_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74964/2/22105020063_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf