@mastersthesis{digilib74978, month = {December}, title = {IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KITAB AMTSILATI DALAM MEMAHAMI KITAB FATHUL QORIB DI PONDOK PESANTREN MODERN AL AZHAR MUNCAR BANYUWANGI}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 23204012033 Selfia Riski Nurrohma}, year = {2025}, note = {Dr. Ahmad Arifi, M.Ag}, keywords = {Kitab Amtsilati; keterampilan santri; Fathul Qorib; pesantren modern}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74978/}, abstract = {Penelitian ini membahas implementasi pembelajaran Kitab Amtsilat{\=i} terhadap keterampilan santri dalam memahami masalah Fiqh dalam Kitab Fathul Qor{\=i}b di Pondok Pesantren Modern Al-Azhar Muncar Banyuwangi. Penelitian ini berangkat dari kondisi bahwa banyak santri masih mengalami kesulitan membaca dan memahami teks Arab gundul karena lemahnya penguasaan Na{\d h}w dan {\d s}arf sehingga pemahaman terhadap struktur kalimat dan kandungan Fiqh menjadi terbatas. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pesantren menerapkan pembelajaran Amtsilat{\=i} sebagai metode sistematis untuk memperkuat kemampuan linguistik santri sebelum memasuki kajian kitab Fiqh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Amtsilat{\=i} , menganalisis keterampilan santri dalam memahami masalah Fiqh setelah mengikuti pembelajaran tersebut, serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat dalam prosesnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman \& Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu: tahap penguasaan dasar melalui pembacaan nad{\d z}am dan kaidah bahasa; tahap latihan terarah dengan metode talaqq{\=i}, sorogan, dan drill tasrif; serta tahap penerapan melalui latihan membaca dan menganalisis teks Fathul Qor{\=i}b secara bertahap dan kolaboratif. Pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara intens antara ustadz dan santri dengan sistem evaluasi berlapis, baik formal maupun non-formal. Pembelajaran Amtsilat{\=i} terbukti efektif meningkatkan keterampilan santri dalam memahami teks Fiqh, terutama dalam kemampuan membaca teks Arab tanpa harakat, menentukan struktur gramatikal, serta menganalisis kandungan hukum Fiqh. Faktor pendukung keberhasilan pembelajaran ini meliputi kompetensi ustadz, lingkungan akademik pesantren, dan motivasi belajar santri, sedangkan hambatannya berupa perbedaan kemampuan santri, keterbatasan media, dan padatnya aktivitas pesantren. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Amtsilat{\=i} mampu menjadi sarana strategis dalam meningkatkan kecakapan linguistik dan pemahaman Fiqh, serta relevan diterapkan pada pembelajaran kitab klasik di pesantren.} }