@mastersthesis{digilib74994, month = {December}, title = {REINTERPRETASI Q.S. AT-TAKASUR [102] (STUDI ANALISIS MANA-CUM-MAGHZA)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 23205031025 Muhammad Rizki}, year = {2025}, note = {Dr. Mahbub Ghozali}, keywords = {At-Takasur, Ma?na-Cum Magza, Reinterpretasi}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/74994/}, abstract = {Interpretasi terhadap Q.S. At-Takasur [102] mulai dari tafsir klasik, pertengahan hingga modern/kontemporer masih terfokus pada peringatan orang yang lalai, bangga dan memperbanyak harta, anak dan keturunan. Dalam lain hal, penafsiran sebelumnya belum menemukan ide moral dan siginifikansi (magza) dari Q.S. At-Takasur [102] serta hanya berkutat pada fenomena dan problematika yang sama. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menemukan makna dan pesan moral Q.S. At-Takasur [102] sehingga konsep Al-Qur?an salih li kulli zaman wa makan (relevan untuk setiap waktu dan tempat) lebih terasa. Penelitian ini menggunakan metode penafsiran ma?na-cum-magza yang dicetuskan oleh Sahiron Syamsuddin. Adapun tahapan dalam metode ini adalah: (1) menemukan makna historis (al-ma?na at-tarikhi) Q.S. At-Takasur [102] yang mencakup kajian linguistik, intratekstual, intertekstual serta konteks historis mikro maupun makro, (2) menemukan signifikansi historis (al-magza at-tarikhi) berdasarkan situasi historis, dan (3) menemukan dan mengembangkan signifikansi dinamis kontemporer (al-magza al-mutaharrik al-mu?asir) dengan mengkontekstualisasikan dengan problematika saat ini. Penelitian ini menemukan bahwa secara literal (zahir) Q.S. At-Takasur [102] adalah kritik terhadap orang yang lalai dengan kegiatan yang berorientasi pada aspek kuantitas (takas{$\backslash$}ur). Orang yang lalai dalam kegiatan ini akan diancam dengan neraka jahim dan kelak di akhirat akan dimintai pertanggungjawaban.Walaupun masih didapati bahwa sebagian mufassir masih menyempitkan kata takas{$\backslash$}ur pada persoalan anak, harta dan keturunan serta belum menemukan ide moral surat tersebut. Apabila diteliti secara mendalam, surat ini mempunyai signifikansi (magza) yang dapat diterapkan sesuai dengan keadaan saat ini. Adapun pesan moral atau signifikansi dari Q.S. At-Takasur [102] adalah reorientasi moral manusia yang awalnya fokus pada kegiatan memperbanyak kuantitas menuju aspek kualitas sehingga nikmat yang diperoleh dapat dimintai pertanggungjawaban baik di dunia maupun di akhirat.} }