@phdthesis{digilib75038, month = {December}, title = {RELASI KEKUASAAN DALAM REPORTASE RITUS KEMATIAN AYAH TITAH AW DI VICE INDONESIA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 21102010100 Ruhana Maysarotul Muwafaqoh}, year = {2025}, note = {Mochammad Sinung Restendy, M.Sos.}, keywords = {penghayat kepercayaan; relasi kekuasaan; tasamuh; Titah AW; VICE Indonesia}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75038/}, abstract = {Eksistensi penghayat kepercayaan di tengah masyarakat yang majemuk tidak luput dari peran media. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap relasi kekuasaan yang termanifestasi dalam reportase bertajuk ?Ayahku Seorang Penghayat, Tapi Dia Tak Bisa Dimakamkan Sesuai Dengan Kepercayaannya? di VICE Indonesia. Sebagai media yang identik dengan segmentasi anak urban dan isu kelompok marginal, VICE Indonesia memproduksi wacana yang merepresentasikan pertemuan antara nilai kepercayaan lokal dan dominasi agama mayoritas dalam ruang publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang meliputi tiga dimensi: tekstual, praktik wacana, dan praktik sosial-budaya. Berdasarkan hasil penelitian, dimensi tekstual menunjukkan bahwa bahasa digunakan untuk menceritakan pengalaman pribadi Titah AW saat menyaksikan ritus kematian ayahnya yang dilaksanakan dua versi, Islam dan Kapribaden. Mekanisme soft domination tampak melalui kewajaran sosial yang diterima tanpa resistensi, sementara negara hadir sebagai aktor yang memengaruhi identitas dan tekanan sosial melalui regulasi terkait penghayat kepercayaan. Pada dimensi praktik wacana, proses produksi dan konsumsi teks dipengaruhi oleh sejarah panjang diskriminasi terhadap penghayat kepercayaan. Penggunaan sudut pandang orang pertama dengan kekuasaan penuh oleh Titah AW dalam produksi teks menghadirkan ruang reflektif yang mengungkap keberlanjutan kekerasan simbolik dan struktural. Nilai tasamuh (toleransi) Islam tampak hadir secara akomodatif. Sementara itu, analisis praktik sosial-budaya menunjukkan bahwa relasi kekuasaan diperkuat oleh keputusan personal, kondisi sosial masyarakat transisional, serta kurangnya negara dalam memfasilitasi kebebasan beragama. Wacana ?agama resmi? menciptakan ketimpangan sosial bagi penghayat. Penelitian ini menegaskan bahwa VICE Indonesia berfungsi sebagai media alternatif yang mengangkat pengalaman marginal sekaligus menunjukkan bagaimana kekuasaan bekerja melalui bahasa dan praktik sosial.} }