@phdthesis{digilib75056, month = {October}, title = {AL 'ANAF AL EPISTEMI 'ALA AL SHAKHSIYYAH MUHAMMAD FI RIWAYAH AL KHUBZ AL HAFI LI MOHAMMED CHOUKRI: DIRASAH MAA BA'D AL ISTI'MARIYYAH}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 20101010034 Bayazid Siroj}, year = {2024}, note = {Prof. Dr. Yulia Nasrul Latifi, S.Ag M.Hum.}, keywords = {Poskolonial, Subaltern, Kekerasan Epsitemik}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75056/}, abstract = {Skripsi ini berjudul Kekerasan Epistemik terhadap Tokoh Utama dalam Novel Al Khubz Al Hafi karya Mohamed Choukri (Kajian Poskolonial). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena tersebarnya poster diskriminatif di kota tangier, yang berbahaya bagi kaum perempuan. Fenomena tersebut merupakan salah satu bentuk keekrasan epsitemik yang berpotensi membentuk karakter subaltern pada korbannya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penyebab terbentuknya karakter subaltern di negara maroko melalui kekerasan epistemik. Selain penjajahan dalam aspek material, negara penjajah juga menguasai pikiran bangsa yang dijajah, yang disebut sebagai kekerasan epistemik. Kekerasan epistemik berperan dalam membentuk karakter subaltern dalam masyarakat terjajah. Objek formal penelitian ini adalah kekerasan epistemik, sedangkan objek materialnya adalah novel Al Khubz Al Hafi karya Mohamed Choukri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan epistemik yang dialami tokoh Mohamed dalam novel Al Khubz Al Hafi serta dampak kekerasan epistemik tersebut terhadap perkembangan karakter Mohamed. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, di mana fenomena dalam novel dideskripsikan dan dianalisis dengan pendekatan teori poskolonial, subaltern, dan kekerasan epistemik. Hasil penelitian ini bahwa tokoh Mohamed dalam novel Al Khubz Al Hafi mengalami berbagai bentuk kekerasan epistemik, yaitu kekerasan epistemik diskriminatif, kekerasan epistemik testimonial, dan kekerasan epistemik distributif. Salah satu Kekerasan epsitemik yang dialami oleh Mohamed adalah adalah kekekrasan epsitemik diskriminatif ketika ia dilabeli dengan sebutan hewan oleh orang disekitarnya. Dampak dari kekerasan epistemik tersebut terlihat dalam karakter Mohamed, yang mencerminkan karakter subaltern.} }