%0 Thesis %9 Skripsi %A Zuhdi Latif, NIM.: 20101020011 %B FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA %D 2024 %F digilib:75073 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Sejarah Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Selokan Mataram %P 128 %T LANGKAH PREVENTIF SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO IX DALAM PROYEK SELOKAN MATARAM UNTUK MELINDUNGI RAKYATNYA MASA PENDUDUKAN JEPANG TAHUN 1942-1945 M %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75073/ %X Yogyakarta tahun 1942 dipimpin oleh Sultan Hamengku Buwono IX dimana saat itu telah menyadari maksud kedatangan Jepang di Yogyakarta yang tujuannya mengambil sumberdaya alam maupun manusia, untuk memenuhi kebutuhan ekonomi Jepang yang sedang berperang di perang dunia. Cara yang ditempuh yakni melakukan sistem kerja paksa atau Romusha di semua negara yang diduduki oleh Jepang. Romusha ini telah banyak menimbulkan banyak korban dan meninggalkan bayang-bayang ketakutan pada pribumi terkhusus rakyat Yogyakarta. Melihat hal demikian, Sultan Hamengku Buwono IX merasa iba. Dengan menggunakan otoritasnya, Sultan berdiplomasi dengan pemerintahan Jepang demi menyelamatkan rakyatnya dari Romusha. Diplomasi pertama memberikan data-data wilayah yang mengalami gagal panen akibat tandusnya tanah dan kurangnya pengairan, serta memanipulasi demografi di seluruh wilayah Yogyakarta. Sultan mengusulkan membuat saluran air kepada pihak Jepang. Usul tersebut ternyata didengar oleh Jepang dan menginstruksikan sultan melaksanakan proyek saluran air tersebut. Proyek ini sering disebut dengan Selokan Mataram. Proyek ini meninggalkan dampak positif dan negatif pada cerita sejarah Yogyakarta. Penelitian ini dibuat dengan tujuan memahami kondisi Yogyakarta masa pendudukan Jepang. Serta penyebab Sultan mengerahkan rakyatnya membuat Selokan Mataram. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan ilmu politik yaitu upaya mengidentifikasi aktivitas Sultan dalam berpolitik dengan Jepang guna menjadi pelindung rakyatnya dari Romusha. Landasan yang digunakan yakni teori peran menurut Horton dan Hunt. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, maka di perlukan empat langkah penelitian yakni heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi atau penafsiran dari data-data sejarah yang di peroleh dan historiografi (penulisan sejarah) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan Selokan Mataram merupakan sebuah wujud kematangan berpikir seorang pemimpin dalam melindungi rakyat dari ancaman Romusha zaman penjajahan Jepang. Pembangunan ini dihadirkan untuk mensejahterakan penduduk Yogyakarta, namun dalam praktek pembangunan banyak melahirkan dinamika yang pada akhirnya rakyatlah yang terdampak imbasnya. %Z Dr. Maharsi, M.Hum.