@phdthesis{digilib75091, month = {October}, title = {MAJELIS BUKHOREN DI PONDOK PESANTREN AL-FITHROH JEJERAN, WONOKROMO, PLERET, BANTUL, YOGYAKARTA TAHUN 1970-2023 M}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 20101020093 Nova Auliatul Faizah}, year = {2024}, note = {Dr. Imam Muhsin, M.Ag.}, keywords = {Majelis Keagamaan, Pesantren, Budaya Islam Lokal}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75091/}, abstract = {Penelitian ini membahas mengenai perkembangan Majelis Bukhoren yang ada di Desa Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Tradisi ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Fithroh setiap tanggal 12 Robi?ul Awal di setiap tahunnya. Tradisi ini didirikan oleh K.H. ?Abdul Muhith yang bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi antara kiai, santri, alumni, dan masyarakat. Selain itu, juga untuk memperkenalkan kitab-kitab karangan K.H. ?Abdul Muhith serta membahas persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat bersama para kiai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah berdirinya Majelis Bukhoren, perkembangan Majelis Bukhoren di Pondok Pesantren Al-Fithroh Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta dan pengaruh Majelis Bukhoren bagi kehidupan masyarakat. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan sosiologi. Sedangkan teori yang digunakan yaitu teori continuity and change oleh John obert voll. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat perkembangan pada Majelis Bukhoren di Pondok Pesantren Al-Fithroh Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Perkembangan tersebut berdasarkan pada tokoh kepemimpinan yang terjadi dalam dua (2) periode yaitu masa kepemimpinan K.H. ?Abdul Muhith (1970-2004 M) dan masa kepemimpinan K.H. Ahmad Mamsyad (2004-2023 M). Sebab-sebab perkembangan Majelis Bukhoren dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dengan menambahkan beberapa amaliyahan saat Majelis Bukhoren, adanya pengeluaran kitab karangan K.H. ?Abdul Muhith setiap tahunnya dan adanya pelestarian budaya Jawa saat Majelis Bukhoren. Dengan melestarikan Majelis Bukhoren setiap tahunnya akan terlihat dampaknya bagi kehidupan masyarakat. Dampaknya tersebut dapat ditelusuri melalui bidang sosial-agama, sosial-budaya, dan pendidikan Islam.} }