%A - Malik Ibrahim %T MERAJUT SINERGI KUA DAN PERADILAN AGAMA: SUATU UPAYA UNTUK MENEKAN TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN DI INDONESIA %X Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergisitas antara Kantor Urusan Agama (KUA) dan Pengadilan Agama (PA) dalam menanggulangi perceraian di Indonesia, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kolaborasi antara kedua lembaga tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang mencakup wawancara mendalam dengan pejabat KUA, hakim PA, mediator, dan pasangan yang telah mengikuti mediasi. Selain itu, studi dokumentasi juga digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kebijakan dan praktik yang ada di kedua lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun KUA dan PA memiliki peran yang saling melengkapi, kurangnya koordinasi dan integrasi data antara kedua lembaga menghambat efektivitas penanggulangan perceraian. KUA, yang fokus pada pendidikan pranikah dan konseling, tidak memiliki akses langsung ke data perceraian yang ada di PA. Sebaliknya, PA tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan preventif. Selain itu, keterbatasan SDM di kedua lembaga, terutama dalam hal pelatihan mediator dan konselor keluarga, juga menjadi hambatan besar dalam menyelesaikan masalah perceraian dengan efektif. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sistem integrasi data, serta peningkatan pelatihan berkelanjutan bagi mediator PA dan tenaga penyuluh KUA untuk memperkuat sinergi antara kedua lembaga ini. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman praktik hukum keluarga Islam di Indonesia dan menyarankan kebijakan yang lebih efektif dalam menanggulangi perceraian. %K sinergisitas KUA dan PAl; perceraian; mediasi; integrasi data; kebijakan keluarga; penguatan SDM. %D 2025 %C Yogyakarta %I UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta %L digilib75098