@phdthesis{digilib75107, month = {July}, title = {"INKLUSIVISME DAN EKSKLUSIVISME KEAGAMAAN MUSLIM DAN KRISTEN DI DUSUN PADANGAN BANJAREJO TANJUNGSARI GUNUNGKIDUL DALAM PRESPEKTIF ABDULLAH SAEED"}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 21105020035 Reza Dwi Febriyanti}, year = {2025}, note = {Prof. H. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D.}, keywords = {inklusivisme, eksklusivisme, Dusun Padangan}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75107/}, abstract = {Penelitian ini berangkat dari fenomena sosial keagamaan di Dusun Umat Muslim dan Kristen di wilayah tersebut mampu hidup berdampingan secara harmonis meskipun memiliki perbedaan keyakinan mendasar. Dalam konteks masyarakat religius, perbedaan agama sering kali memicu konflik, tetapi di Padangan justru tercipta hubungan sosial yang toleran. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pandangan keagamaan eksklusif yang diyakini masing-masing kelompok tidak menghalangi terwujudnya kerukunan sosial. Fokus penelitian mencakup: (1) pandangan teologis dan sosiologis umat Muslim dan Kristen terhadap agama lain, (2) praktik keagamaan inklusif dan eksklusif dalam kehidupan sehari-hari, serta (3) implikasi pandangan dan praktik tersebut terhadap toleransi dan harmoni berdasarkan perspektif inklusivisme-eksklusivisme. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif, melalui pendekatan sosiologis dengan metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan teoritis yang dikembangkan oleh Abdullah Saeed mengenai eksklusivisme dan inklusivisme, baik dalam dimensi teologis maupun sosial. Teori ini menekankan bahwa eksklusivisme teologis merujuk pada keyakinan mutlak hanya ajaran agamanya sendiri yang benar dan menjadi satu-satunya jalan keselamatan. Sementara itu, inklusivisme sosial menekankan keterbukaan dalam interaksi sosial dan penghargaan terhadap keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat, tanpa haru mengurangi keyakinan teologis yang dianut. Dalam teori ini, peneliti dapat memetakan posisi umat Muslim dan Kristen di Dusun Padangan dalam spektrum inklusif-eksklusif baik dari segi keyakinan (teologis) maupun dari sisi tindakan sosial (praktik sehari-hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Dusun Padangan memiliki keyakinan teologis yang eksklusif yaitu masing-masing meyakini agamanya sebagai satu-satunya jalan keselamatan. Namun dalam kehidupan sosial, kedua komunitas menunjukkan sikap inklusif, yang terlihat dalam praktik kehidupan sosial, mereka mampu membangun relasi yang harmonis. Bentuk-bentuk kerja sama sosial, gotong royong, , serta saling menghormati ruang ibadah, menjadi bukti nyata dari kehidupan yang toleran. Kerukunan ini tidak semata-mata lahir dari pemahaman teologis yang inklusif, tetapi juga karena faktor budaya lokal seperti "tepo seliro", pengalaman hidup berdampingan dalam waktu lama, serta kesadaran kolektif akan pentingnya perdamaian sosial. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa eksklusivisme iman tidak serta-merta menjadi penghalang toleransi. Ketika ditopang oleh kesadaran sosial, nilai-nilai budaya, dan kemampuan membaca konteks, sikap keagamaan eksklusif tetap dapat berdampingan dengan harmoni dan saling menghormati. Kata kunci: inklusivisme, eksklusivisme, Dusun Padangan, Abdullah Saeed} }