relation: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75120/ title: STUDI KOMPARATIF KONSEP KENEGARAAN ANTARA AL-MAWARDI DAN IBNU KHALDUN creator: Pandugusti Tahtabumi, NIM.: 21105010062 subject: Aqidah Filsafat description: Kenegaraan merupakan salah satu isu besar yang kerap dibahas dalam diskrusus politik Islam, Setiap intelektual muslim yang berorientasi dalam bidang politik tentunya berharap memiliki sumbangsih pemikiran dalam mengonsepsikan negara menurut mereka. Banyaknya konsepsi kenegaraan yang dicetuskan oleh para intelektual muslim terdahulu seperti Ibnu Khaldun dan Al-Mawardi menunjukkan berbagai varian. Penelitian ini mendiskusikan perbedaan paradigma melalui dua tokoh filsuf muslim, yakni Ibnu Khaldun dan Al-Mawardi. Secara subtansial, penulis mencoba membandingkan dua pendekatan yang berbeda dari kedua tokoh tersebut; Ibnu Khaldun dengan pendekatan empiris-historisnya; dan Al-Mawardi dengan pendekatan normatif-teologisnya. Jadi, bagaimana keduanya mendeskripsikan konsep kenegaraan? Serta bagaimana persamaan dan perbedaan keduanya dalam mendiskusikan isu ini? Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan merupakan penelitian dokumen (document research), yaitu dengan mengumpulkan berbagai data dari sumber-sumber yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode komparatif-analisis disertai pendekatan filosofis dalam membandingkan gagasan kenegaraan antara Ibnu Khaldun dan Al-Mawardi. Sumber primer yang digunakan adalah teks Muqoddimah karya Ibn Khaldun dan Al-Ahkam As-Sultoniyyah karya Al-Mawardi. Adapun sumber sekundernya, berbagai buku dan artikel ilmiah otoritatif juga digunakan dalam penelitian ini guna menguatkan analisis. Hasil penelitian menunjukkan, meskipun keduanya menggunakan pendekatan yang berbeda dalam mengonsepsikan kenegaraan, keduanya memiliki persamaan dan perbedaan yang tidak terlalu signifikan, yakni dalam pengaplikasiannya. Ibnu Khaldun lebih berorientasi pada realitas sosial dan politik, melalui pendekatannya yang cenderung lebih dapat diterima secara umum dan relevan dengan dinamika kenegaraan secara lebih luas. Di sisi lain, Al-Mawardi lebih bersifat teologis dan spesifik pada kerangka pemerintahan Islam, walaupun ia tidak sepenuhnya mengabaikan nilai-nilai sosial. Meskipun begitu, konsep kenegaraan Al-Mawardi justru menjadi landasan awal bagi kajian pemerintahan Islam, bahkan sebagian pemikirannya diadopsi dan dikembangkan oleh Ibnu Khaldun. Hal ini menunjukkan adanya titik temu, bahwa Al-Mawardi memiliki peran penting dalam perkembangan konsep kenegaraan Ibnu Khaldun (hubungan tidak langsung). Oleh karena itu, kedua pendekatan tersebut saling melengkapi dan berkontribusi terhadap pemahaman komprehensif tentang negara dalam tradisi intelektual Islam. Kata kunci : Kenegaraan, Ibnu Khaldun, Al-Mawardi date: 2025-08-21 type: Thesis type: NonPeerReviewed format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75120/1/21105010062_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75120/2/21105010062_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf identifier: Pandugusti Tahtabumi, NIM.: 21105010062 (2025) STUDI KOMPARATIF KONSEP KENEGARAAN ANTARA AL-MAWARDI DAN IBNU KHALDUN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.