TY - THES N1 - Dr. Masroer, S.Ag, M.Si, ID - digilib75170 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75170/ A1 - Purni Utami, NIM.: 23205022008 Y1 - 2025/12/03/ N2 - Tradisi besiru merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Sasak Desa Lekor, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini mencerminkan praktik gotong royong yang sarat dengan nilai solidaritas, kebersamaan, serta sistem pertukaran sosial-ekonomi antarwarga. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana resiprositas muncul dalam tradisi besiru pada masyarakat Sasak Desa Lekor serta untuk menegtahui faktor yang menyebabkan resiprosits dalam tradisi besiru dilestarikan oleh masyarakat Desa Lekor serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Desa Lekor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan teori resiprositas untuk menganalisis bagaimana resiprositas muncul dalam tradisi besiru dan faktor yang menyebabkan resiprositas dalam tradisi besiru dilestarikan oleh masyarakat Desa Lekor Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Adapun untuk sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yakni, data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan dilakukan melalui tiga tahap yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data melalui tiga langkah yakni reduksi data, displai data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resiprositas dalam tradisi Besiru muncul dari nilai kekeluargaan, solidaritas sosial, dan kebutuhan kolektif masyarakat untuk saling membantu. Munculnya resiprositas dalam tradisi besiru tidak lepas dari konteks sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat pedesaan yang masih menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, gotong royong dan kebersamaan yang dibangun atas dasar hubungan kekerabatan dan solidaritas lokal. Adapun faktor yang menyebabkan resiprositas dalam tradisi besiru dilestarikan oleh masyarakat Desa Lekor yakni terbagi menjadi dua bagian, faktor internal yakni: Nilai kekeluargaan dan kekerabatan yang kuat, kesadaran kolektif dan kebiasaan turun-temurun, nilai agama dan budaya lokal. Sedangkan pada faktor eksternal yakni: Kebutuhan ekonomi dan ketergantungan sosial, peran tokoh adat, agama, aparat Desa, sanksi sosial, pengaruh musim dan siklus pertanian. Sedangkan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Desa Lekor adalah untuk mempertahankan ekonomi, ikatan keluarga makin baik serta meringankan pekerjaan yang berat. Dengan demikian, tradisi besiru bukan sekadar praktik kerja sama, melainkan juga mekanisme sosial yang menjaga keharmonisan dan keberlanjutan budaya masyarakat Sasak di Desa Lekor. Kata kunci: Resiprositas, tradisi besiru, masyarakat Sasak Desa Lekor, kearifan lokal. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Resiprositas KW - tradisi besiru KW - masyarakat Sasak Desa Lekor KW - kearifan lokal. M1 - masters TI - RESIPROSITAS TRADISI BESIRU PADA MASYARAKAT DESA LEKOR KECAMATAN JANAPRIA KABUPATEN LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT AV - restricted EP - 136 ER -