eprintid: 75175 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12241 dir: disk0/00/07/51/75 datestamp: 2026-01-15 04:54:09 lastmod: 2026-01-15 04:54:09 status_changed: 2026-01-15 04:54:09 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: sophanshofwan@gmail.com creators_name: Fuji Gilang Rahmatullah, NIM.: 22105010042 title: SIMBOLISME HIJAB DALAM MISYKAT AL-ANWAR KARYA ABU HAMID AL-GHAZALI (W. 1111 M) ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES ispublished: pub subjects: A divisions: aqfi full_text_status: restricted keywords: Al-Ghazali, Misykat al-Anwar, hijab, semiotika Roland Barthes, epistemologi, simbolisme sufistik. note: Prof. Dr. H. Zuhri, S.Ag. M.Ag. abstract: Penelitian ini mengkaji simbolisme hijab dalam Misykat al-Anwar karya Abu Hamid al-Ghazali dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Selama ini, kajian akademik lebih menekankan simbol cahaya, sementara hijab cenderung diposisikan sebagai elemen sekunder atau bahkan dipertanyakan otentisitasnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa hijab justru berfungsi sebagai kategori epistemologis penting dalam struktur pemikiran al-Ghazali. Dengan menggunakan kerangka Barthes yakni denotasi, konotasi, dan mitos. Hijab dianalisis sebagai sistem tanda berlapis yang menghubungkan dimensi spiritual, epistemologis, dan kosmologis. Pada tataran denotatif, hijab bermakna tabir atau penghalang. Pada tingkat konotatif, hijab merepresentasikan keterbatasan akal dan kondisi batin yang menghalangi manusia dari penyaksian Ilahi. Sementara pada tingkat mitos, hijab membentuk narasi teologis bahwa perjalanan menuju kebenaran menuntut penyingkapan tabir secara bertahap. Untuk memperdalam analisis epistemologis, penelitian ini memanfaatkan konsep hambatan epistemologis dari Gaston Bachelard. Hijab dipahami bukan sebagai penghalang mutlak, tetapi sebagai mekanisme pedagogis yang justru memungkinkan pemurnian kesadaran. Integrasi kedua teori ini memperlihatkan bahwa simbolisme hijab dalam Misykat al-Anwar mengandung struktur makna yang dinamis, yang menempatkan keterbatasan sebagai bagian inheren dari proses mengenal Tuhan. Penelitian ini menunjukkan bahwa hijab merupakan elemen sentral dalam epistemologi sufistik al-Ghazali, bukan hanya sebagai metafora spiritual, tetapi sebagai struktur pengetahuan yang mengatur proses penyingkapan dan ketersembunyian cahaya Ilahi. Dalam Misykat al-Anwar, hijab tampil sebagai simbol yang dinamis dan terus diproduksi ulang melalui interaksi antara pengalaman ruhani, refleksi filosofis, dan konstruksi makna. Dengan menggabungkan perspektif tasawuf al-Ghazali dan semiotika Roland Barthes, penelitian ini mengungkap bahwa hijab berfungsi sebagai tanda berlapis yang beroperasi pada tingkat denotasi, konotasi, hingga pembentukan mitos epistemologis. Temuan ini menawarkan kontribusi bagi kajian interdisipliner filsafat Islam, tasawuf, dan teori semiotika, serta menegaskan bahwa simbol hijab dapat menjadi perangkat analitis untuk memahami dinamika makna dalam tradisi intelektual Islam. Kata kunci: Al-Ghazali, Misykat al-Anwar, hijab, semiotika Roland Barthes, epistemologi, simbolisme sufistik. date: 2025-12-08 date_type: published pages: 120 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Fuji Gilang Rahmatullah, NIM.: 22105010042 (2025) SIMBOLISME HIJAB DALAM MISYKAT AL-ANWAR KARYA ABU HAMID AL-GHAZALI (W. 1111 M) ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75175/1/22105010042_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75175/2/22105010042_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf