TY - THES N1 - Dr. Mansur, S.Ag., M.Ag. ID - digilib75182 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75182/ A1 - Ahmad In?am Awaluddin, S.H., NIM.: 23203012018 Y1 - 2025/12/03/ N2 - Kementerian Agama Kabupaten Lamongan meluncurkan inovasi bimbingan perkawinan berbasis audiobook pada tahun 2024 sebagai metode mandiri yang fleksibel, efisien, dan inklusif. Namun, implementasi di lapangan menunjukkan kesenjangan signifikan antara desain kebijakan dengan praktik pelaksanaan, di mana pelaksanaan bimbingan perkawinan audiobook belum berjalan optimal dan masih memerlukan perbaikan yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konseptualisasi, implementasi, serta faktor pendukung dan penghambat program bimbingan perkawinan audiobook di tiga KUA Kabupaten Lamongan, yaitu KUA Kecamatan Sekaran, KUA Kecamatan Sukodadi, dan KUA Kecamatan Paciran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pola filed research di Kementerian Agama Kabupaten Lamongan dan tiga Kantor Urusan Agama (Sekaran, Sukodadi, dan Paciran) yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan kerangka teori implementasi kebijakan George Edward III yang mencakup empat dimensi: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan program audiobook lahir dari kebutuhan mengatasi minimnya literasi baca, tingginya mobilitas sosial, dan aksesibilitas bagi disabilitas. Implementasi menghadapi kelemahan pada keempat dimensi Edward III: distorsi komunikasi ke target sasaran, keterbatasan sumber daya dalam monitoring pembelajaran substantif, disposisi implementator yang fokus pada pemenuhan administratif, dan struktur birokrasi dengan SOP yang ambigu. Faktor pendukung meliputi infrastruktur digital memadai, dukungan pimpinan KUA, dan inovasi lokal berupa konten video di KUA Sekaran. Faktor penghambat utama meliputi distorsi komunikasi, rendahnya literasi digital calon pengantin, konten monoton, ketiadaan mekanisme verifikasi pembelajaran, dan ambiguitas SOP. Temuan signifikan menunjukkan pergeseran fungsi audiobook dari media pembelajaran menjadi instrumen pemenuhan administratif untuk penerbitan sertifikat. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun program merupakan inovasi yang bagus dan progresif, namun implementasinya masih belum optimal mencapai tujuan substantif pembentukan keluarga sakinah karena kelemahan struktural pada keempat dimensi implementasi kebijakan. Kata Kunci: Bimbingan Perkawinan, Audiobook, Implementasi Kebijakan, Kementerian Agama Kabupaten Lamongan PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Bimbingan Perkawinan KW - Audiobook KW - Implementasi Kebijakan KW - Kementerian Agama Kabupaten Lamongan M1 - masters TI - IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LAMONGAN TENTANG BIMBINGAN PERKAWINAN BERBASIS AUDIOBOOK AV - restricted EP - 229 ER -