TY - THES N1 - Dr. Asep Jaidin, S.Ag.. M.Si. ID - digilib75236 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75236/ A1 - Muhamad Muhajir Ansar, NIM.: 23200012028 Y1 - 2025/12/19/ N2 - UPT PPA Kota Yogyakarta adalah lembaga yang memiliki tugas vital untuk menyelenggarakan pelayanan publik, mulai dari pengaduan masyarakat, penjangkauan korban, pengelolaan kasus, penampungan sementara, mediasi, pendampingan, dan pemeriksaan psikologis. Pelayanan ini diwujudkan melalui kerja sama lintas sektoral, seperti lembaga kesehatan, hukum, sosial, maupun LSM. Selain itu, adanya aturan main melalui dukungan pemerintah daerah dalam hal ini SOP, MoU, dan Forum Perlindungan Korban Kekerasan (FPKK), mendorong mekanisme kolaborasi yang terarah. Penelitian ini mengkaji strategi kolaboratif UPT PPA Kota Yogyakarta dalam mewujudkan layanan komprehensif bagi korban kekerasan seksual anak. Penelitian ini berupaya untuk menjawab dua persoalan utama, yakni bagaimana pola strategi kolaborasi yang dibangun dan faktor pendukung maupun penghambat yang dihadapi UPT PPA Kota Yogyakarta dalam mewujudkan layanan komprehensif bagi korban kekerasan seksual anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah Kepala UPT PPA Kota Yogyakarta, KA. Sub Bag TU, Manajerial Kasus, Satgas Sigrak, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola strategi kolaborasi UPT PPA Kota Yogyakarta dilakukan melalui pembentukan jaringan mitra kolaborasi, koordinasi formal dan nonformal berbasis SOP dan MoU, penguatan kapasitas SDM, inovasi layanan terpadu. Pola strategi ini terwujud dengan adanya beberapa faktor pendukung, seperti kapasitas dari SDM yang ada di UPT PPA Kota Yogyakarta, adanya komitmen yang kuat antar jejaring mitra, dan dukungan dari pemerintah. Faktor tersebut menjadi fondasi yang sangat kuat dalam mewujudkan layanan komprehensif. Namun demikian, di sisi lain terdapat berbagai tantangan yang menghambat efektivitas kolaborasi, antara lain rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat, kompleksitas kondisi serta permasalahan yang dihadapi anak, serta adanya perbedaan kebijakan dan mekanisme birokrasi di masing-masing lembaga yang terlibat. Terlepas dari masalah di atas, keberadaan UPT PPA Kota Yogyakarta sebagai lembaga pelayanan terpadu (one-stop service) sekaligus aktor fasilitator kolaborasi memungkinkan sistem layanan tetap berjalan, meskipun implementasinya di tingkat operasional belum sepunuhnya optimal. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Strategi Kolaboratif KW - Layanan Komprehensif KW - Kekerasan Seksual Anak M1 - masters TI - STRATEGI KOLABORATIF UPT PPA KOTA YOGYAKARTA DALAM MEWUJUDKAN LAYANAN KOMPREHENSIF BAGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL ANAK AV - restricted EP - 190 ER -