@phdthesis{digilib75250, month = {January}, title = {BENTUK SIMBOLIK RITUAL MAPPACCI (TELAAH FILSAFAT KEBUDAYAAN PERSPEKTIF TEORI BENTUK SIMBOLIK ERNST CASSIRER)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22105010014 Ryan Adam Basrin}, year = {2026}, note = {Dr. Muhammad Fatkhan, S. Ag., M. Hum.}, keywords = {Mappacci, Ernst Cassirer, Filsafat Bentuk Simbolik}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75250/}, abstract = {Ritual mappacci merupakan tradisi pra-pernikahan dalam masyarakat Bugis yang sarat akan makna penyucian diri dan harapan akan kebahagiaan rumah tangga. Selama ini, kajian mengenai mappacci seringkali terbatas pada perspektif sosiologis atau semiotika yang memandang ritual hanya sebagai seremonial adat atau penanda status sosial semata, tanpa menyentuh struktur kesadaran filosofis yang mendasarinya. Dari hal tersebut, maka terdapat dua rumusan masalah dalam penelitian ini, pertama yakni bagaimana pelaksanaan ritual mappacci yang ada di suku bugis, dan apa saja unsur simboliknya ?, kedua yakni bagaimana ritual mappacci jika dilihat dari filsafat bentuk simbolik Ernst Cassirer ?. Penelitian ini bertujuan untuk membedah struktur makna simbolik dalam ritual mappacci menggunakan pisau analisis filsafat bentuk simbolik Ernst Cassirer, guna memahami bagaimana masyarakat Bugis mengonstruksi dunia maknanya melalui simbol-simbol ritual. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif dengan menerapkan kerangka teori Cassirer yang meliputi konsep Animal Symbolicum, Fungsi Simbolis (Ekspresi, Presentasi, Signifikasi), dan bentuk-bentuk simbolik (Mitos-Religius, Bahasa, Seni, Ilmu Pengetahuan) terhadap unsur-unsur material, gerakan, dan ucapan dalam ritual mappacci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual mappacci beroperasi secara dominan pada fungsi simbolis Ekspresi (Ausdruck) dan Presentasi (Darstellung). Simbol-simbol seperti daun pacci, lilin, dan beras (benno) tidak dipahami sekadar sebagai benda mati atau representasi intelektual, melainkan dirasakan memiliki kekuatan afektif yang hidup (ekspresif) sekaligus merepresentasikan nilai-nilai religius dan adat (presentatif). Bentuk simbolik yang paling dominan dalam ritual ini adalah Mitos-Religius, yang didukung oleh bentuk simbolik Seni (estetika busana dan peralatan) dan Bahasa (doa dan barzanji). Penelitian ini menyimpulkan bahwa mappacci adalah salah satu bentuk simbolik di mana nilai-nilai luhur Bugis seperti siri? (harga diri), paccing (kesucian), dan lempu? (kejujuran) diinternalisasi bukan melalui abstraksi logis, melainkan melalui penghayatan eksistensial yang menghubungkan dimensi profan dan sakral.} }