eprintid: 75265 rev_number: 11 eprint_status: archive userid: 12243 dir: disk0/00/07/52/65 datestamp: 2026-01-22 02:27:52 lastmod: 2026-01-22 02:27:52 status_changed: 2026-01-22 02:27:52 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id creators_name: Muhammad Abdurrasyid Ridlo, NIM.: 23205032027 title: STUDI MA’ANIL HADIS IHYA’ AL-MAWAT DENGAN PENDEKATAN MAQASID SYARI’AH JASSER AUDA ispublished: pub subjects: 297.21 subjects: 344.04 divisions: pr_iat_s2 full_text_status: restricted keywords: Ihya’ al-Mawat; Jasser Auda; Maqaṣid Syari’ah; Ma’ānī al-Ḥadīṡ note: Subkhani Kusuma Dewi, M.A., Ph.D. abstract: Penelitian ini bertujuan untuk membahas Studi Ma’anil Hadis Iḥyā’ al-Mawāt dengan Pendekatan Maqasid Syari’ah Jasser Auda. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam tanpa mempertimbangkan etika ekologis dalam Islam. Fenomena tersebut menuntut reinterpretasi teks keagamaan, khususnya hadis Nabi saw. tentang ihyā’ al-mawāt (menghidupkan tanah mati), yang tidak hanya berorientasi pada aspek kepemilikan tanah, tetapi juga mengandung nilai-nilai tanggung jawab ekologis dan keberlanjutan. Merujuk pada latar belakang ini, maka dirumuskan tiga masalah utama: 1) Apa saja hadis yang dikategorikan dalam tema ihyā’ al-mawāt? 2) Bagaimana penjelasan hadis ihya’ al-mawat yang dikaji dengan nilai-nilai maqasid syari’ah klasik? 3) Bagaimana penjelasan ma’anil hadis ihya’ al-mawāt menurut maqāṣid syarī’ah Jasser Auda?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode riset ma’ani al-hadiṡ melalui pendekatan maqāṣid syari’ah yang ditawarkan oleh Jasser Auda. Fokus kajian diarahkan pada eksplorasi makna hadis-hadis tentang ihyā’ al-mawāt (menghidupkan tanah mati) dalam Kutub al-Sittah, serta relevansinya terhadap isu ekologi dan keberlanjutan lingkungan dalam perspektif maqaṣid kontemporer. Hasil penelitian ini menunjukkan empat hadis yang ditemukan melalui takhrij hadis, masing-masing terdapat kecenderungan bahwa hadis-hadis tentang ihya’ al-mawat tidak sekadar menyinggung aspek legalitas pemanfaatan tanah mati, melainkan revitalisasi lahan mati serta urgensinya hal ini ditunjukkan dalam HR. Abu Dawud No. 3073 dan HR. Bukhari No. 2195 yang menekankan produktivitas agraris melalui penghijauan, serta HR. Abu Dawud No. 3077 yang menunjukkan produktifitas atas aktivitas agraris yang berkelanjutan. Adapun HR. Bukhari No. 2586 merepresentasikan prospek iḥya’ al-mawāt melalui konsep wakaf produktif sebagai bentuk tanggung jawab khalifah fī al-arḍ. Pesan hadis-hadis tersebut selaras dengan maqāṣid syarī’ah klasik seperti ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-mal, dan ḥifẓ al-nasl, serta diperluas melalui maqāṣid kontemporer seperti ḥifẓ al-ḥayāh (menjaga kehidupan) dan ḥifẓ al-bī’ah (menjaga lingkungan). Melalui prinsip keterkaitan dan keterbukaan, pendekatan Jasser Auda memberikan reinterpretasi progresif terhadap hadis sehingga iḥyā’ al-mawāt dapat dimaknai sebagai basis etika lingkungan, keadilan sosial, dan keberlanjutan ekosistem date: 2025-11-05 date_type: published pages: 164 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: masters thesis_name: other citation: Muhammad Abdurrasyid Ridlo, NIM.: 23205032027 (2025) STUDI MA’ANIL HADIS IHYA’ AL-MAWAT DENGAN PENDEKATAN MAQASID SYARI’AH JASSER AUDA. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75265/1/23205032027_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75265/2/23205032027_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf