@phdthesis{digilib75267, month = {September}, title = {KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT MUSLIM TERHADAP TRADISI CING CING GOLING DI KELURAHAN GEDANGREJO KECAMATAN KARANGMOJO GUNUNGKIDUL}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 21105040056 Muhammad Malik Amrulloh}, year = {2025}, note = {Erham Budi Widianto, S.Th.I., M.A.}, keywords = {konstruksi sosial; Tradisi Cing-Cing Goling; Kelurahan Gedangrejo}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75267/}, abstract = {Tradisi Cing-Cing Goling merupakan ritual budaya yang dilaksanakan oleh masyarakat di Kelurahan Gedangrejo sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas kelimpahan air dan hasil pertanian. Tradisi ini biasanya melibatkan prosesi arak-arakan, doa bersama, serta pembagian makanan sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas sosial. Masyarakat meyakini bahwa tradisi ini merupakan warisan leluhur yang harus dijaga, bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi nenek moyang, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ikatan sosial di antara warga. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini terus mengalami perubahan dalam bentuk dan praktiknya, tetapi nilai utama yang terkandung di dalamnya, seperti kebersamaan, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap alam, tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi. Pengumpulan data dilakukan melalui berbagai metode, termasuk observasi langsung, wawancara dengan pihak terkait, dan analisis dokumentasi. Dalam analisis data, peneliti menggunakan metode analisis deskriptif yang dikaitkan dengan teori konstruksi realitas sosial dari Peter L. Berger. Teori ini memungkinkan peneliti untuk menganalisis makna awal Masyarakat muslim terhadap tradisi Cing-Cing Goling di Kelurahan Gedangrejo, yang diuraikan melalui tahapan eksternalisasi, kemudian peneliti meguraikan makna kolektif dari tradiri Cing-Cing Goling melalui tahapan objektivasi, serta mengkonstruksi makna tradisi ini melalui tahapan internalisasi. Dengan demikian, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam bagaimana tradisi Cing-Cing Goling dikonstruksi, dipertahankan, dan dimaknai oleh masyarakat di Kelurahan Gedangrejo. Proses konstruksi sosial masyarakat muslim terhadap tradisi Cing-Cing Goling di Kelurahan Gedangrejo berlangsung melalui tiga tahap utama, yaitu eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Pada tahap eksternalisasi, individu mulai membentuk interaksi awal dengan tradisi berdasarkan pengalaman dan lingkungan sosial mereka, di mana kelompok penerima melihatnya sebagai ekspresi syukur dan kebersamaan, sementara kelompok netral serta penolak membangun pemaknaan yang berbeda sesuai dengan pemahaman agama dan pengalaman pribadi mereka. Selanjutnya, dalam tahap objektivasi, makna yang telah dikonstruksi tersebut dilembagakan dalam kehidupan sosial, sehingga tradisi ini diterima sebagai simbol rasa syukur atas kelimpahan air serta sarana penguatan solidaritas sosial dan identitas budaya, yang diwariskan melalui ritual, simbol, dan narasi turun-temurun. Terakhir, tahap internalisasi terjadi ketika individu mulai menyerap dan menghayati nilai-nilai tradisi dalam kehidupan mereka, menjadikannya sebagai sarana menemukan jati diri serta membangun keintiman emosional dengan leluhur, memahami makna kesederhanaan dalam berbagi dan kebersamaan, serta memperoleh ketenangan batin dan pengalaman spiritual yang memperkuat hubungan mereka dengan Tuhan dan komunitas sosialnya.} }