%0 Thesis %9 Skripsi %A DANIK TRI HANDAYANI , NIM: 07410290 %B FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2012 %F digilib:7530 %I UIN SUNAN KALIJAGA %T METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK TUNAGANDA DI SLB-A YAKETUNIS YOGYAKARTA %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/7530/ %X Danik Tri Handayani. Metode Pendidikan Agama Islam Pada Anak Tunaganda di SLB-A Yaketunis Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2012. Latar belakang masalah penelitian ini adalah pendidikan merupakan hal yang penting bagi setiap orang, tidak terkecuali bagi seseorang yang mengalami keterbatasan baik indera pengelihatan maupun mental (Difabel). Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang layak terutama pendidikan Agama. Melalui pendidikan Agama Islam dapat membantu mereka dalam mengenal Tuhan-Nya serta membentuk individu yang berakhlak mulia dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mengajarkan hal tersebut diperlukan metode yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara kritis tentang metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada peserta didik tunaganda di SLB-A yaketunis serta membahas mengenai faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar di SLB-A Yaketunis Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, interview atau wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan multi sumber bukti (triangulasi data), reduksi data, penyajian data yang sudah dikumpulkan dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) metode pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan pendidikan Agama Islam bagi anak tunaganda di SLB-A Yaketunis adalah metode demonstrasi, drill, bernyanyi, tanya jawab, hafalan, bercerita, pembiasaan, bermain, dan ceramah. (2) Faktor pendukung dan penghambat metode yang diterapkan di SLB-A Yaketunis yaitu; faktor pendukung tersebut adalah lingkungan yang kondusif, sarana prasarana yang lengkap, dan lingkungan sosial yang mendukung. Dan yang menjadi faktor penghambat adalah kondisi kelas yang sedang direnofasi, kondisi siswa yang tidak stabil, penguasaan bahasa pengantar siswa yang kurang baik, faktor keluarga yang kurang mendukung dalam mendidik siswa.