%A NIM.: 22105030120 Moh. Alfarizi Putra %O Subkhani Kusuma Dewi, M.A., Ph.D %T TRADISI KHATAMAN AL-QUR’AN SETIAP JUMAT LEGI DI MAKAM (Studi Etnografi di Desa Tobai Timur, Sokobanah, Sampang) %X Penelitian ini berangkat sebuah tradisi khataman Al-Qur’an setiap Jumat Legi di makam Desa Tobai Timur, Sokobanah, Sampang, dikenal dengan sebutan “Khataman Jumat Manisan”. Penelitian ini menarik karena memiliki keunikan tersendiri, diantaranya semua masyarakat berdatangan atas inisiatif sendiri tanpa adanya surat undangan yang dilakukan secara serentak setiap dusun. Jumat Legi mempengaruhi psikologis masyarakat sebagai simbol untuk melaksanakan khataman Al-Qur’an tanpa memandang makam sesepuh orang tua sendiri dan siapa di antara makam yang dianggap paling mulia. Oleh karena itu, peneliti berusaha untuk menyingkap praktik tradisi khataman, menganalisis resepsi dan pemaknaan secara simbolik serta fungsi bagi kehidupan masyarakat setempat. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan etnografi untuk meperoleh data dan pemahaman secara mendalam. Sumber data primer diperoleh dari wawancara, observasi partisipatoris, dan dokumentasi. Sedangkan sumber data sekunder melalui literatur kepustakaan yang relevan, arsip-arsip dan studi-studi sebelumnya terhadap praktik keagamaan di Madura. Teknik analisis data melalui tiga proses tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Dengan menggunakan kerangka teori kajian Living Qur’an dengan pendekatan studi etnografi dalam perspektif James Spradley. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, Desa Tobai Timur memiliki siklus khas budaya berbagai praktik keagamaan, mulai dari harian, bulanan, dan tahunan yang selalu melekat dengan Al-Qur’an. Diantaranya tradisi khataman Al-Qur’an setiap Jumat Legi di makam merupakan tradisi keagamaan yang bermula dari proses transmisi dan transformasi. Dari ruang rumah-rumah warga beralih ke area makam sekitar tahun 2015, dipelopori oleh sejumlah tokoh lokal. Bertujuan agar jamaah tidak hanya berfokus pada penyelesaian bacaan Al-Qur’an, tetapi menjadi momen ziarah, penghormatan leluhur, dan penguatan solidaritas keagamaan %K Aspek Historis, Praktik, Resepsi, Pemaknaan Simbolik, dan Fungsi Dalam Kehidupan Masyarakat %D 2025 %I UIN SUNAN KALIJAGAYOGYAKARTA %L digilib75317