@phdthesis{digilib75325, month = {December}, title = {STRATEGI COPING STRES MAHASANTRI PONDOK PESANTREN AL FITHROH JEJERAN,WONOKROMO, PLERET, BANTUL}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 20102050085 Arina Khoirunisa}, year = {2025}, note = {Andayani, SIP, MSW}, keywords = {coping stress; mental health; student; quarter life crisis; stressor}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75325/}, abstract = {Salah satu tantangan besar di era digital sekarang adalah kesehatan mental, dengan banyaknya stressor yang ada di era digital membuat memperparah stressor yang ada di pelajar apa lagi pentingnya memperhatikan kesehatan mental di lingkungan pesantrenyang acap kali belum di perhatikan. Stressor yang terjadi pada pelajar memiliki banyak sumber dan di perparah oleh usia krusial peralihan antara remaja kepada dewasa dan munculnya quarter life crisis dan trauma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi coping stress yang di gunakan oleh mahasantri dan sumber stress dari santri Pondok Pesantren Al Fithroh Jejeran dengan menggunakan teori coping stress carver, scheiver dan Weintraub. Coping stress dalam menghadapi stres dan mengelola stres yang datang dari stressor. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan Teknik purposive sampling, menghasilkan sebelas informan yang sesuai dengan kriteria dan tujuan dalam penelitian. Analisis data digunakan yaitu reduksi data dan interprestasi data kemudian validasi data melalui Teknik triangulasi. Hasil penelitian menemukan terdapat stressor yang di alami oleh informan diantaranya yaitu stressor intrapersonal,interpersonal, lingkungan, akademik, trauma, quarter life crisis dan stressor kontemporer yaitu tekanan budaya di era digital GEN Z seperti, FOMO, Bullying, validasi sosial serta pornografi. Strategi coping stress yang digunakan oleh individu informan yaitu ada tujuh aspek coping stress diantaranya dukungan instrumental, religiusitas,humor,penerimaan diri, active coping, planning, self-control. Temuan ini mengidentifikasi bahwa mahasiswa yang juga sebagai santri menerapkan strategi coping stress dalam menghadapi stress.} }