%A NIM.: 23205032047 Aria Ulfa %O Prof. Dr. Muhammad, M.Ag %T KONSEP KESADARAN DIRI DALAM AL-QUR’AN (STUDI TAFSIR TEMATIK KONTEKSTUAL ABDULLAH SAED) %X Kesadaran diri (self-awareness) merupakan aspek fundamental dalam pembentukan kepribadian, perilaku moral, dan spiritualitas manusia, khususnya di tengah tantangan kehidupan modern yang ditandai oleh krisis makna, disorientasi identitas, dan tekanan sosial. Meskipun Al-Qur’an memuat banyak ayat yang secara eksplisit maupun implisit berkaitan dengan kesadaran diri seperti refleksi amal, pengendalian diri, dan kesadaran akan konsekuensi moral tema ini belum banyak dikaji secara utuh dalam studi tafsir tematik. Kajian-kajian yang ada cenderung berhenti pada pemahaman normatif atau moralistik, tanpa menggali potensi konseptual ayat-ayat tersebut sebagai bangunan self-awareness yang relevan dengan konteks psikologis dan sosial kontemporer. Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk merekonstruksi konsep kesadaran diri dalam Al-Qur’an dengan mempertimbangkan dinamika penafsiran, konteks historis abad ke-7, serta relevansinya bagi pembaca modern. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan hermeneutik menggunakan metode tafsir tematik kontekstual yang dikembangkan oleh Abdullah Saeed. Metode ini diterapkan melalui pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kesadaran diri, analisis linguistik, penelusuran konteks mikro dan makro pewahyuan, serta pembacaan ulang ayat berdasarkan konteks sosial pembaca masa kini. Kerangka teori penelitian ini memadukan konsep self-awareness dalam psikologi terutama dimensi kesadaran intrapersonal dan transendentaldengan prinsip tafsir kontekstual Abdullah Saeed yang menekankan hierarki nilai dan ideal moral. Dengan pendekatan ini, Al-Qur’an dibaca tidak hanya sebagai teks normatif, tetapi sebagai sumber nilai dinamis yang mampu berdialog dengan persoalan psikologis dan spiritual manusia modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kesadaran diri dalam Al-Qur’an mencakup dua dimensi utama, yaitu viii kesadaran intrapersonal yang berkaitan dengan refleksi diri, pengendalian emosi, dan evaluasi amal, serta kesadaran transendental yang berorientasi pada hubungan manusia dengan Allah dan tanggung jawab eskatologis. Penafsiran kontekstual memperlihatkan bahwa ideal moral ayat-ayat kesadaran diri pada abad ke-7 berfungsi sebagai mekanisme pembentukan etika komunitas beriman, sementara dalam konteks modern nilai-nilai tersebut dapat diaktualisasikan sebagai fondasi pengembangan kepribadian yang reflektif, bertanggung jawab, dan berorientasi spiritual. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tafsir tematik kontekstual Abdullah Saeed efektif dalam mengungkap relevansi konseptual kesadaran diri dalam Al-Qur’an serta memperkaya khazanah tafsir kontemporer yang responsif terhadap tantangan zaman. Kata Kunci: Kesadaran diri, Tematik Kontekstual, Abdullah Saeed %K Kesadaran diri, Tematik Kontekstual, Abdullah Saeed %D 2025 %I UIN SUNAN KALIJAGAYOGYAKARTA %L digilib75326