%A NIM.: 23205012026 Johan %O Dr. Imam Iqbal, S.Fil.I, M.S.I. %T KERJA DAN EKSISTENSI MANUSIA DALAM PEMIKIRAN IBN KHALDUN (1332-1406 M) %X Penelitian ini membahas tentang kerja dan eksistensi manusia dalam pemikiran Ibn Khaldun, seorang pemikir besar peradaban Islam yang menawarkan analisis mendalam mengenai dinamika sosial, ekonomi, dan perkembangan peradaban. Di tengah kompleksitas kehidupan modern yang sering memandang manusia semata-mata sebagai instrumen produksi, pemikiran Ibn Khaldun menawarkan suatu kerangka yang lebih holistik dan manusiawi dalam memahami kerja. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan mendasar mengenai bagaimana Ibn Khaldun memaknai kerja (‘amal) dan bagaimana hubungan antara kerja, identitas manusia, serta keberlangsungan peradaban. Adapun pokok masalah yang dikaji dalam penelitian ini yaitu, (1) bagaimana konsep kerja dalam pemikiran Ibn Khaldun, (2) bagaimana Ibn Khaldun menjelaskan kerja sebagai manifestasi eksistensi manusia sebagai makhluk sosial dalam konteks peradaban? Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi dokumentasi, dengan kitab Muqaddimah sebagai sumber primer. Pendekatan filosofis-eksistensialis Heidegger digunakan untuk menafsirkan konsep kerja Ibn Khaldun dalam konteks ontologis, serta hermeneutik dalam mengidentifikasi konsep etika kerja Ibn Khaldun. Adapun sumber sekunder meliputi literatur-literatur tentang filsafat kerja, eksistensialisme, teori sosial, serta penelitian lain yang relevan dengan topik yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja dalam perspektif Ibn Khaldun merupakan sumber dari segala keberadaan. Kerja tidak terbatas pada aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya saja. Kerja berkaitan erat dengan ekspresi ontologis yang menunjukkan cara manusia “mengada” dan menampilkan eksistensinya di dunia serta penopang terciptanya peradaban (‘umrān). Dalam konteks peradaban, kerja menempati posisi penting dalam pembentukan struktur sosial masyarakat sebab menjadi jembatan yang menghubungkan masa kini dan masa lalu. Apa yang generasi saat ini nikmati dan rasakan tidak lain merupakan hasil kerja generasi sebelumnya. Sebagai salah satu penopang peradaban kerja menempati posisi sentral. Dalam klasifikasi masyarakat badāwah dan haḍārah, kerja didasarkan pada kuat-lemahnya ‘aṣabiyyah dalam masyarakat. Pada tahap masyarakat badāwah, kerja merupakan aktivitas yang otentik, sederhana, dan terikat langsung dengan kebutuhan hidup yang mendesak. Sedangkan pada tahap masyarakat haḍārah, kerja mulai terpisah dari kebutuhan langsung dan berubah menjadi aktivitas mencari kemewahan. Kata Kunci: Ibn Khaldun, kerja, eksistensi, peradaban %K Ibn Khaldun, kerja, eksistensi, peradaban %D 2025 %I UIN SUNAN KALIJAGAYOGYAKARTA %L digilib75331